Breaking News:

Pelaku Jambret Tas Ibu Hamil di Trowulan Mojokerto Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Anggota Satreskrim Polres Mojokerto menindak tegas pelaku jambret yang beraksi di kawasan di Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto

istimewa
ilustrasi jambret di Mojokerto 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Anggota Satreskrim Polres Mojokerto menindak tegas pelaku jambret yang beraksi di kawasan di Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku jembret bernama Arif Prasetyo (48) berhasil dilumpuhkan dengan tembakan timah panas di kakinya lantaran berupaya kabur saat penangkapan di rumahnya Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (1/1/2021) malam.

Rekam jejak kejahatan pelaku Arif adalah asal Lampung Selatan yang merupakan residivis kasus serupa. 

Baca juga: Kabar Gembira! Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kediri Terus Meningkat Tembus 2.085 Orang

Dia menjambret tas milik Ningsih (37) warga Desa Bareng, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang yang saat itu mengendarai motor di Jalan Raya Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Pelaku mengendarai motor membuntuti  korban yang saat itu seorang diri mengendarai motor dalam kondisi hamil tujuh bulan. 

Pelaku merampas tas korban dan kabur melarikan diri. Korban terjatuh dari motor akibat terkena tali tas miliknya yang ditarik paksa oleh pelaku. 

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander mengatakan, pelaku melakukan penjambretan terhadap korban yaitu seorang wanita pada Jumat (18/12/2020). 
Pelaku naik moror dari arah belakang memepet korban dari samping dan merampas tas hingga korban terjatuh.

"Pelaku melawan saat hendak ditangkap sehingga dilakukan tindakan tegas terukur," 
ungkapnya, Senin (4/1/2021). 

Dony menyebut korban hamil tujuh bulan usai mengambil bantuan uang dari pemerintah. 

"Korban terjatuh dari motor dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka patah kaki," terangnya.

Dikatakannya, proses penangkapan pelaku yaitu dari penangkapan pelaku AP setelah Tim Khusus 3C (curat, curas dan curanmor) memperoleh informasi dari hasil pelacakan adanya transaksi jual beli ponsel dari Mojokerto di Surabaya. 

"Tim menyamar sebagai pembeli dan mendapat HP merk Oppo F5 Younth yang menyerupai handphone milik korban," jelasnya.

Dari penangkapan dan bukti petunjuk tersebut menjadi titik terang yang mengarah pada keberadaan pelaku lantaran menjual handphone hasil jambret di wilayah Surabaya. 

Pelaku Arif residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan pernah mendekam di Lapas Kediri pada Mei Tahun 2016. Kemudian, kasus penggelapan ditahan di lapas Bojonegoro pada, April Tahun 2020.

"Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun," ucap Dony. (don/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved