DPRD Surabaya Desak Industri Cuci Sarang Walet Dipindah, Bukan di Hunian
Komisi A DPRD Surabaya menyarankan agar sebaiknya industri rumahan pencucian sarang burung walet dipindahkan dari hunian Kertajaya Indah.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi A DPRD Surabaya menyarankan agar sebaiknya industri rumahan pencucian sarang burung walet dipindahkan dari hunian Kertajaya Indah. Bisa diusahakan mencari tempat lain.!Perumahan ini dikenal perumahan elit.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Ayu Pertiwi Krishna bersama para anggotanya akan memberikan rekomendasi atas problem ketidaknyamanan warga di perumahan tersebut karena keberadaan salah satu rumah jadi Home industri pencucian sarang burung walet.
"Kami meminta Satpol PP sebaiknya juga ikut memediasi dan menangani persoalan warga perumahan tersebut. Rekomendasi Komisi setelah mediasi Satpol PP," kata Ayu Pertiwi Krishna, Selasa (5/1/2021).
Menurut politisi perempuan Golkar ini, persoalan alih fingsi rumah hunian menjadi industri skala kecil (Home industri) hingga ada puluhan pekerja aktivitas cuci sarang burung walet harus menjadi pembelajaran serius.
"Jangan sampai persoalan sama terjadi di hunian-hunian yang lain. Jika akan mengeluarkan ijin, staf bagian tekhnis harus benar-benar turun. Petugas harus profesional. Survei harus sesuai fakta," kata Ayu Pertiwi Krishna kepada TribunJatim.com.
Baca juga: BREAKING NEWS - Gunung Semeru Kembali Muntahkan Lava Pijar
Baca juga: Berbaju Hitam, Chacha Sherly Tunjuk Fotonya di Dinding, Orangnya Masih Ada, 5 Hari Kemudian Wafat
Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Efek Samping Vaksin Sinovac di Indonesia - Isi Wasiat Syekh Ali Jaber ke Keluarga
Dia berharap semua proses perijinan dilalui secara benar. Seluruh staf juga bekerja sesuai aturan.
"Kalau kemudian muncul permasalahan ketidaknyamanan warga lain ini sebaiknya cuci sarang walet harus di pindahkan," tandas Ayu kepada TribunJatim.com.
Ini bisa menjadi preseden buruk jika diabaikan. Tempat usaha cuci burung walet itu jika kelak bila tidak dipindahkan maka akan terjadi lagi permasalahan yang sama sehingga menjadi problema kota.
Bukan menutup usahanya melainkan tetap punya usaha yang sama tapi tempatnya dipindahkan. Bisa menyewa gudang. Ayu melihat pemilik usaha itu mampu. Tinggal saja di perumahan Kertajaya Indah.
Ayu mengingatkan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini akan lebih mudah muncul claster baru jika ada karyawan di satu rumah mencapai 20 lebih. Rumah pencucian sarang burung walet mempekerjakan puluhan orang. (Faiq/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dprd-surabaya-hearing-rencana-relokasi-pkl-jalan-anggrek.jpg)