Berita Persela Lamongan
Kapten Persela Lamongan Usulkan PSSI Gelar Kompetisi Baru Setelah Lebaran
Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto menilai kick off kompetisi musim 2021 lebih ideal digelar di bulan Juni, atau setelah lebaran.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
Reporter: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rochman
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto menilai kick off kompetisi musim 2021 lebih ideal digelar di bulan Juni, atau setelah lebaran.
PSSI sudah memutuskan kompetisi musim 2020 dibatalkan tanpa status juara dan degradasi, keputusan itu diambil dalam rapat Exco PSSI, Rabu (20/1/2021) lalu.
Sementara, mengenai kick off kompetisi musim 2021, PSSI belum memberikan ketetapan.
Namun dipastikan, tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Baca juga: BREAKING NEWS - Aryn Williams Resmi Hengkang dari Persebaya, Bajul Ijo Kini Tanpa Pemain Asing
Baca juga: Aji Santoso Kirimkan Salam Perpisahan untuk Aryn Williams: Selamat dan Sukses
Pasalnya, PSSI baru akan memastikan itu akhir Februari 2021 mendatang saat melakukan kongres tahunan.
Jika pembahasan dilakukan akhir Februari, besar kemungkinan kick off tidak bisa dilakukan di bulan Maret.
Karena setidaknya tim harus melakukan persiapan minimal dua bulan sebelum kick off kompetisi.
Menanggapi hal ini, kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto mengaggap bahwa waktu efektif kick off kompetisi musim 2021 adalah di bulan Juni, atau setelah lebaran (bulan Mei).
"Paling enak sebenarnya ya habis lebaran sekalian," kata Eky Taufik Febriyanto pada TribunJatim.com, Kamis (21/1/2021).
Baca juga: Kompetisi 2021 Diwacanakan Tanpa Degradasi, Kapten Persela Sebut Realistis
Baca juga: Kontrak Pemain Segera Habis, Arema FC Siapkan Langkah Pagari Pemainnya
Dia beralasan, jika dipaksakan mulai sebelum lebaran kurang efektif, karena di bulan Ramadan waktu penyelenggaraan laga terbatas, bermain hanya malam hari saja.
"Kalau enggak ya Maret itu paling cepet, kalau Maret gak jadi, lebih baik sekalian habis lebaran saja," jelasnya.
Sementara soal usulan beberapa klub musim 2021 tanpa degradasi, pemain 29 tahun itu sepakat, sisi finansial klub yang melewati masa sulit musim 2020 menjadi alasan utama.
Baca juga: Perihal Rumor Kushedya Hari Yudo Dilirik Pahang FA, Manajemen Arema FC Buka Suara
Baca juga: 4 Pemain Berlabel Timnas Indonesia Diminati Klub Malaysia, Ada Bintang Persib hingga Bomber Arema FC
Dengan keuangan tidak stabil, dinilai Eky, klub akan kesulitan melakukan perekrutan pemain asing, padahal ia tidak memungkiri bahwa pemain asing menjadi pembeda dalam sebuah tim untuk bisa mengangkat performa tim.
"Jelas keuangannya tim berbeda dengan kondisi normal, akan kesulitan perekrutan pemain asing, jadi mungkin bisa menjadi petimbangan tanpa degradasi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/eky-taufik-dan-makan-konate-pada-laga-persela-vs-arema-fc.jpg)