Breaking News:

Belanja Online Makin Meluas, Kredivo Prediksi Paylater Bakal Naik Daun

redivo menyebut fenomena konsep buy now pay later (BNPL) “beli sekarang, bayar nanti” atau yang lebih dikenal sebagai Paylater

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Kredivo 

Reporter : Fikri Firmansyah | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seiring sistem berbelanja secara online kian diminati banyak orang, Kredivo menyebut fenomena konsep buy now pay later (BNPL) “beli sekarang, bayar nanti” atau yang lebih dikenal sebagai Paylater di Indonesia juga kian menjadi primadona di tengah masyarakat.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh CEO Kredivo, Umang Rustagi.

"Berdasarkan data yang kami himpun dari studi dari Coherent Market Insights, pasar “Paylater” global diperkirakan akan tumbuh dari USD 5 juta pada 2019, menjadi USD 33.6juta pada 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) lebih dari 21.2%," ujar Umang saat dikonfirmasi, Minggu (24/1/21).

Baca juga: Profil-Biodata Carlo Milk, Pemeran Rafael Teman Lama Andin di Ikatan Cinta, Sudah Jadi Papa Muda

Sementara untuk potensinya di Indonesia pun juga tak kalah menarik.

"Paylater makin dilirik oleh investor seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan inovasi teknologi industri ini, termasuk sistem skor kredit secara cepat dan kemampuan manajemen risiko yang terjamin," kata dia kepada TribunJatim.com.

Umang juga mengatakan, Kredivo yang sebagai perusahaan pembiayaan berbasis digital yang dapat dikatakan pelopor Paylater di Indonesia, meyakini bahwa selain penetrasi kartu kredit yang masih rendah, popularitas Paylater di Indonesia juga didorong oleh tren e-commerce dan transaksi digital yang terus bertumbuh secara eksponensial.

“Oleh karenanya, kami percaya bahwa Paylater akan terus tumbuh seiring tingginya adopsi digital di tengah rendahnya penetrasi kartu kredit," sambungnya.

Umang menambahkan, adopsi Paylater di Indonesia yang semakin digandrungi oleh masyarakat sebagai metode pembayaran juga ternyata memiliki keunikan dibanding negara lainnya.

Penerapan maupun faktor pendorong adopsi konsep buy now pay later untuk berbelanja di negara seperti Indonesia cukup berbeda dengan yang ada di negara-negara maju.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved