Fakta Baru Prostitusi PSK di Puncak Bogor, Ada yang Asal Timur Tengah, Tarifnya hingga Kawin Kontrak
Fenomena prostitusi PSK di Puncak, Bogor, seakan tak ada habisnya, ada yang asal Timur Tengah, tarifnya hingga kawin kontrak.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Fenomena bisnis prostitusi di Puncak, Bogor, Jawa Barat seakan tak ada habisnya dan selalu membawa fakta baru.
Baru-baru ini, petugas kembali menggerebek praktik prostitusi di Puncak, Bogor, dan menemukan fakta baru yang mengejutkan.
Bahkan, ada PSK dari Timur Tengah yang ikut menjajakan dirinya dalam praktik prostitusi di Puncak, Bogor.
Terungkap juga tarif PSK di Puncak, Bogor, saat digerebek petugas.

Keberadaan PSK di Puncak, Bogor, sendiri sudah banyak diketahui orang.
Banyak pria hidung belang yang mencari kepuasan seksual di kawasan wisata tersebut.
Apalagi menjamurnya hotel dan vila membuat PSK dengan leluasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penangkapan PSK di kawasan Puncak sering dilakukan, baik itu dari Polres Bogor dan Satpol PP Kabupaten Bogor.
Baru-baru ini, Polres Bogor menangkap 5 PSK yang sedang melayani pria hidung belang di Vila Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dalam penggerebekan di Vila RMI, kelima PSK tersebut adalah LL (17), SH (24), R (20), IM (21), dan DPS (31).
Kemudian muncikari beinisial NO (35) dan penjaga vila berinisial LS (33).
Untuk short time, tarif PSK tersebut Rp500.000.
Sedangkan NO dan LS masing-masing mendapat keuntungan Rp100.000 dari setiap orangnya, sementara PSK mendapat Rp 300.000.
"Pelaku NO sebagai mucikari mendapat pesanan dari LS sebagai karyawan penginapan tersebut. LS sendiri menawarkan kepada penyewa vila yang memesan kamar mengunakan aplikasi Red Doorz ," kata Kapolres Bogor, AKBP Harun.
Baca juga: Wajib Distok 2 Jenis Vitamin untuk Pasien Covid-19 OTG & Gejala Ringan yang Isolasi Mandiri di Rumah
Pelayanan jasa prostitusi di kawasan Puncak, Bogor, juga mengalami inovasi.
Para muncikari yang disebut 'mamih' mempekerjakan anak asuhnya atau PSK dengan berbagai layanan paket.
Layanan paket tersebut mulai berkembang di tahun 2014, layanan paket salah satunya berupa kawin kontrak selama sepekan atau lebih dan short time.
Untuk paket kawin kontrak, tarifnya di atas Rp5 juta, sedangkan short time Rp500.000.
PSK yang mendapatkan paket kawin kontrak dapat dibawa atau diberikan tempat menetap.
Jika pelanggan menyukai wanitanya, maka durasi kontraknya bisa lama, bahkan ada yang dibelikan motor dan perhiasan.
Baca juga: Doa Pembuka Rezeki dan Penglaris Berdagang Halal, Tulisan Arab Latin dengan Artinya, Mudah Dibaca
Sementara itu, PSK di kawasan Puncak, Bogor, tidak hanya dari Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu, melainkan ada juga dari Timur Tengah.
Mereka itu disebut PSK dari Maroko, usianya juga muda, dari usia 20 hingga 30 tahun, dengan tarif sekitar Rp5-6 juta per malam.
Tarifnya mahal dinilai wajar lantaran parasnya yang cantik, mereka biasanya melayani wisatawan asing yang datang ke Puncak.
Tentunya juga untuk dapat merasakan layanan PSK asal Maroko tidaklah mudah, sebab banyak 'pintu' yang harus dilalui.
Baca juga: Buruk Kata Denny Jika Celine & Stefan William Cerai, Kulik Sebab Hubungan Renggang: Bukan Natasha
Diberitakan, pada tahun 90-an, lokalisasi PSK Gang Semen, Cibogo, Megamendung, menjadi tenar.
Disebut Gang Semen lantaran jalan masuknya tersebut terbuat paluran semen.
Ada juga yang menyebutkan di kawasan tersebut dulunya ada pabrik semen merah, sehingga dinamai Gang Semen.
Komplek Gang Semen tersebut merupakan bangunan rumah tinggal yang dibuat bertingkat dan berdempetan dan berhadapan, bak komplek ruko.
Bagi pendatang baru untuk masuk ke lokalisasi tersebut agak ribet, sebab penjaga keamanan berpakaian preman menanyakan keperluan pengunjung, takut ada petugas yang menyamar.
Berbeda dengan pelanggan, mereka dapat langsung masuk dan disambut para PSK yang rata-rata sudah berdiri di tempat mereka bekerja.
Para PSK tersebut berasal dari Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu, ada yang berusia remaja hingga sekitar 20 ke atas dan 30 tahunan.
Jika tidak salah, tarif PSK tersebut berkisar minimal Rp500.000 lebih, nilainya cukup besar pada tahun 90-an hingga tahun 2000-an.
Di lokalisasi terbesar di Kabupaten Bogor ini juga terdapat sejumlah hotel yang dipergunakan untuk melampiaskan hawa nafsu.
Pada tahun 2009, lokalisasi Gang Semen ditutup oleh Bupati Bogor, Rachmat Yasin.
Meski demikian, disebutkan bahwa para PSK tersebut ada yang pindah ke Gang Sempit dan Gang Bengkel.
Selain itu ada juga yang bekerja sendiri dengan memanfaatkan warga setempat mencarikan pelanggannya.
Baca juga: Download Lagu MP3 Terpesona Aku Terpesona, Yel-yel TNI Polri Viral TikTok, Ada Chord Gitar-Lirik
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Beragam Fakta PSK di Puncak Bogor, Mulai Lokasi, Usia Remaja, Asal Timur Tengah, dan Bayarannya.