Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Fakta di Balik 12.400 Warga Israel Positif Covid Pasca Vaksinasi, Dibongkar Pakar: Apa Vaksinnya?

Mari menyimak fakta selengkapnya tentang Covid-19 yang kabarnya menyerang 12.000 warga di Israel.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Freepik
Ilustrasi vaksin virus Corona atau vaksin Covid-19 . 

Penulis: Ignatia Andra Xaverya I Editor: Mujib Anwar

TRIBUNJATIM.COM - Saat ini negara Israel menjadi negara yang sedang disoroti karena tragedi terjadi pasca vaksinasi dilakukan.

Beberapa negara di dunia sudah mulai mencanangkan vaksinasi untuk pencegahan penularan Covid-19.

Salah satu momen mengejutkan adalah data yang tersebar bahwa ada sekitar 12.400 warga Israel yang justru positif Covid-19 setelah mendapat vaksin.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mari memperhatikan penjelasan pakar.

ILUSTRASI Vaksin Covid-19, Simak Jadwal Vaksinasi Virus Corona di Indonesia.
ILUSTRASI Vaksin Covid-19, Simak Jadwal Vaksinasi Virus Corona di Indonesia. (AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOV)

Dunia sedang dikejutkan dengan fakta belasan ribu warga Israel yang justru positif Covid-19 pasca disuntikkan vaksin.

Dilaporkan Kementerian Kesehatan bahwa diantara 69 orang yang positiftersebut telah menerima dosis kedua vaksin virus Corona terbaru.

Ini berarti, mengutip laporan surat kabar Israel, Haaretz, Selasa (20/1/2021), 6,6% dari 189.000 orang yang divaksinasi dan menjalani tes terjangkit virus corona setelah mendapatkan vaksin vaksin Covid-19.

Menurut data Kementerian Kesehatan Israel, sebanyak 5.348 orang terinfeksi virus corona hingga seminggu setelah mendapatkan vaksin atau 5,4% dari 100.000 orang yang sudah divaksinasi.

Lalu, 5.585 orang lagi terjangkit virus corona antara hari ke-8 dan ke-14 setelah mendapatkan vaksin pertama, atau 8,3% dari 67.000 orang yang divaksinasi dan dites virus selama periode itu.

Dan ternyata, orang-orang juga positif Covid-19 setelah dua minggu mendapatkan dosis pertama, antara hari ke-15 dan ke-21, periode di mana kekebalan parsial semestinya tercipta.

Dari 20.000 orang yang dites selama periode pasca-vaksin ini, 1.410 dinyatakan positif Covid-19 atau 7,2%.

Kemudian, dari 3.199 orang yang melakukan tes virus corona antara hari ke-22 dan ke-28 setelah vaksin pertama, 84 terpapar virus corona atau 2,6%, termasuk 69 orang yang sudah dua kali divaksinasi.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Baca juga: Terjawab Sebab Orang Positif Corona Meski Sudah Vaksin? Ahli Bahas Letak Suntikan: Tak Ada Proteksi

Mari menyimak fakta dan kenyataan yang dibongkar oleh ahli atau pakar.

Sekitar 2,15 juta orang telah divaksinasi di Israel selama sebulan terakhir menggunakan vaksin Pfizer - BioNTech, tercepat di dunia, dengan 300.000 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua yang bergulir mulai pekan lalu.

Tetapi, catatan kehati-hatian datang dari Nachman Ash, Komisioner Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Israel.

"Satu dosis tampaknya kurang efektif dari yang kami kira," katanya kepada Army Radio.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di dunia yang kini sedang gandrung
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di dunia yang kini sedang gandrung (Kompas.com)

Sementara tes serologis terhadap karyawan Sheba Medical Center di Tel Hashomer seminggu setelah mereka menerima dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan, dari 102 karyawan yang diuji, 100 memiliki tingkat antibodi antara 6 hingga 20 kali lebih tinggi.

“Ini menarik. Artinya, vaksin tersebut bekerja dengan sangat baik dan kami berharap melihat penurunan insiden infeksi dalam beberapa hari," ungkap Prof Gili Regev-Yohai, Direktur Unit Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Sheba Medical Center.

Menurut Pfizer, lompatan besar dalam kekebalan terjadi antara hari ke-15 dan ke-21, ketika keefektifan vaksin meningkat dari 52% menjadi 89%.

Setelah itu, dosis kedua membawa ke perlindungan 95%.

ILUSTRASI Berita terkait vaksin virus Corona atau vaksin Covid-19.
ILUSTRASI Berita terkait vaksin virus Corona atau vaksin Covid-19. (Freepik)

Baca juga: Apakah Tubuh Jadi Kebal Jika Sudah Divaksin Covid-19? Jangan Keliru Memahami, Cek Penjelasan Dokter

“Perbedaan reaksi kekebalan di antara manusia sangat besar,” kata Prof. Yoram Reiter, pakar imunologi molekuler di Institut Teknologi Israel, kepada Haaretz.

“Dalam kebanyakan kasus, kami memberikan vaksin tetapi kami tidak dapat memprediksi kekuatan respons atau tingkat perlindungan, baik di tingkat antibodi atau di tingkat perlindungan seluler,” ujar dia.

Namun, Reiter menekankan, kurangnya reaksi atau efek samping tidak menunjukkan vaksin tersebut kurang efektif atau sistem kekebalan seseorang kurang.

Baca juga: Tambah Fasyankes, Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan Surabaya Ditarget Rampung 2 Minggu ke Depan

Artikel di atas diolah dari artikel yang tayang di Kontan berjudul Duh, belasan ribu orang Israel positif Covid-19 setelah divaksinasi

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved