Breaking News:

  17 Pejabat dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat di Pasuruan Siap Divaksin

Sebanyak 17 pejabat publik termasuk tokoh masyarakat, dokter, asosiasi klinik dan tokoh agama di Kabupaten Pasuruan, mulai mengikuti screening

TribunJatim.com/ Galih Lintartika
Para pejabat di Pasuruan siap jalani vaksinasi pertama 

Reporter: Galih Lintartika | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN- Sebanyak 17 pejabat publik termasuk tokoh masyarakat, dokter, asosiasi klinik dan tokoh agama di Kabupaten Pasuruan, mulai mengikuti screening kesehatan, Selasa (26/01/2021).

Screening tersebut digelar di lantai Dua Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. 17 orang ini yang nantinya akan disuntik vaksin pertama kali di wilayah Pasuruan.

Mereka adalah Bupati Pasuruan, Dandim 0819 Pasuruan, Kapolres Pasuruan, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sekda.

Ada juga Kasatpol PP, Kepala Bakesbangpol, Kepala Dispendukcapil, perwakilan PCNU Kabupaten Pasuruan, perwakilan PCNU Bangil, perwakilan Muhammadiyah.

Baca juga: Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Diterima, Ini Jadwal Dinkes Sampang Lakukan Vaksinasi ke Nakes

Selain itu, perwakilan BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja), perwakilan PDUI (Persatuan Dokter Umum Indonesia), dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Dr Ani Latifah menjelaskan, screening kesehatan wajib dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang apakah boleh divaksin atau tidak.

"Kita lakukan screening sebagai langkah awal deteksi dini terhadap kondisi seseorang. Apakah boleh divaksin atau tidak," kata Ani, sapaan akrab Kadinkes Pasuruan.

Dikatakan Ani, screening kesehatan meliputi tensi darah, pengambilan sampel darah dan rapid antigen plus wawancara terkait kondisi kesehatan yang dirasakan. 

Khusus untuk rapid antigen, hasilnya bisa langsung diketahui. Sedangkan untuk hasil pengecekan darah masih butuh beberapa jam, lantaran harus dibawa ke laboratorium kesehatan.

"Kalau rapid antigen hasilnya bisa langsung diketahui dalam 10 sampai 15 menit. Tapi kalau untuk darah, harus dibawa ke lab dulu. Setelah beberapa jam, baru bisa ditentukan apakah ada penyakit yang menyertai seseorang," jelasnya.

Rencananya,  mereka akan mengikuti Vaksinasi Kamis (28/01/2021) mendatang. "Mudah - mudahan proses vaksin berjalan lancar, sehingga penyebaran kasus COVID-19 bisa ditekan," pungkas dia. (lih)
 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved