Perbaikan Jalan Ambles di Jalur A Tol Surabaya-Gempol Bisa Sebulan, Cek Rekayasa Lalin Ini
Tim ahli dari ITS didatangkan guna menangani ruas jalan ambles di KM 06+200 jalur A Tol Surabaya-Gempol. Perbaikan diperkirakan butuh sebulan.
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim ahli dari ITS didatangkan guna menangani ruas jalan ambles di KM 06+200 jalur A Tol Surabaya-Gempol.
Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Dwi Sum Rahardi mengatakan, pihaknya bersama Jasamarga berkoordinasi dengan para ahli tersebut.
"Ini sudah kami koordinasikan dengan pihak Jasamarga. Pihak Jasamarga juga melibatkan tenaga tenaga ahli ITS untuk melakukan riset terhadap ke kondisi jalan. Baik struktur maupun kondisi tanah, apa saja penyebabnya lalu bagaimana cara mengatasinya," urainya, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: 8 Penyebab Mata Kiri Kedutan, Bisa Jadi Tanda Kelelahan hingga Penyakit Bell’s Palsy
Baca juga: Tragedi Pilu Satu Keluarga di Lumajang Tewas Diduga Keracunan Gas, Isak Tangis Iringi Pemakaman
Akan tetapi, perbaikan jalan ambles itu bisa memakan waktu cukup lama. Ia menyebut, perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar 30 hari.
"Perkiraan awal, semalam bisa diperbaiki. Namun, kenyataannya meluas menjadi satu minggu dan bisa lebih panjang lagi. Mungkin saat ini, bisa memperkirakan waktu hampir satu bulan bahkan bisa lebih," lanjut polisi dengan dua melati di pundaknya itu.
Sembari menanti perbaikan jalan ambles, Dwi menegaskan pihaknya juga tengah berupaya melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) terhadap sejumlah pengguna jalan tol.
Baca juga: Terungkap Sisi Lain Glenca Chysara, Kontras dengan Karakter Elsa Ikatan Cinta, Papa Surya: Good Job
Baca juga: Kembali Divaksin Dosis Kedua, Raffi Ahmad Mulai Rasakan Efek: 30 Menit Pertama Gak Ada Rasa Apa-apa
Mulai dari melakukan kontra flow, penggunaan satu lajur di sisi jalur cepat, hingga mengalihkan arus ke jalur-jalur alternatif.
"Upaya-upaya kita saat ini kita hanya menggunakan satu lajur yaitu lajur cepat supaya tidak mengakibatkan antrean yang panjang, terutama dari arah Dupak atau arah Perak menuju arah Waru," beber dia.
Ia pun mengimbau agar para pengguna jalan untuk lebih bersabar dan berhati-hati.
Apabila memang membutuhkan waktu yang cepat untuk berkendara, ia merekomendasikan pengguna roda empat untuk menggunakan jalur arteri yang ada.
"Bisa menuju wilayah barat atau wilayah selatan, lewatnya nanti di Bundaran Satelit. Untuk rekayasa lalu lintas kita hanya menutup lajur 1 dan 2, jadi hanya menggunakan lajur 3. Kami masih menunggu rekomendasi dari tenaga ahli yang berkompeten dari pihak ITS apabila struktur jalan ini bisa dilalui untuk dilakukan kontra flow, kami lakukan. Namun, dengan berbagai catatan terutama dari arah Waru menuju Tanjung Perak. Kami berharap semoga cepat bisa teratasi sehingga pengguna jalan bisa menggunakan fasilitas dengan baik," tutupnya.