Harlah NU, PKB Jatim Ajak Parpol Lain Sukseskan Pembahasan Raperda Ponpes
PKB mengajak seluruh partai politik di Jawa Timur bersama mengawal kepentingan Nahdlatul Ulama (NU). Di antaranya, terkait pembahasan Rancangan Perda
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Bobby Koloway | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak seluruh partai politik di Jawa Timur bersama mengawal kepentingan Nahdlatul Ulama (NU). Di antaranya, terkait pembahasan Rancangan Perda Pondok Pesantren yang telah masuk program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) DPRD Jatim tahun 2021.
Melalui momentum Hari Lahir ke-95 NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak seluruh partai mendukung penyelesaian Raperda tersebut.
"Kami pada dasarnya sangat terbuka, kalau ada teman-teman lintas partai peduli kepada NU," kata Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Fauzan Fuadi kepada Surya.co.id, Sabtu (30/1/2021).
"Contoh konkret: katakanlah, sekarang ini. PKB mendapat mandat dari NU untuk merampungkan pembahasan Raperda tentang Pondok Pesantren," ungkap Fauzan.
Untuk menyukseskan hal tersebut, PKB memerlukan dukungan partai lain.
"Jangan justru dihalang-halangi apalagi dipersulit," katanya.
Baca juga: PT KAI Sedia GeNose C19 untuk Tes Covid-19 per 5 Februari di Stasiun, Simak Kelebihan Alat Ini
Baca juga: 8 Februari Tol Surabaya-Gempol yang longsor Normal kembali
Baca juga: BREAKING NEWS - Innalillahi Abdul Hamid Mahmud Wafat, Sosok Bupati ke-15 di Kabupaten Malang
Antusiasme partai terhadap NU terlihat dengan banyaknya partai yang memberikan ucapan di peringatan Harlah NU.
"Sebagai warga NU, tentu kami bersyukur. NU begitu magnetable," kata Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.
"Semua berlomba-lomba berusaha mencari simpati NU. Hampir semua parpol mengucapkan selamat. Hal ini menunjukkan betapa NU sangat besar dan mempunyai peran strategis," katanya.
Pihaknya berharap hal ini tak hanya berhenti dalam ucapan saja. Namun, juga ditindaklanjuti dengan aksi nyata mendukung keberadaan warga Nahdliyin.
"Pada momentum harlah ini, Fraksi PKB mengajak teman-teman fraksi lain untuk lebih peduli dengan program-program NU. Jangan hanya mengucapkan selamat, tapi what next-nya tidak ada," katanya.
Apalagi, mayoritas warga Jawa Timur merupakan NU.
"Jawa Timur itu gudangnya nahdliyyin," kata Bendahara DPW PKB Jatim ini.
Sebagai partai yang lahir dan besar dari NU, partai berlambang sembilan bintang ini pun siap untuk mengawal kepentingan ormas Islam terbesar di Indonesia ini.
"Kami tidak masalah bahwa NU itu bukan hanya PKB. Hanya saja, PKB pasti NU karena memang kami lahir dibidani resmi oleh NU," katanya.
"Tidak ada parpol lainnya di dunia ini yg kelahirannya langsung di-adzani dan ditirakati oleh kiai-kiai NU kecuali PKB. Sudah barang tentu, kami aktifis PKB di manapun berada, sangat berterima kasih kepada NU," katanya.
"Sebagai parpol yang telah dirawat dan dibesarkan dengan baik, kami hanya ingin menjadi anak kandung yang sholeh. Berbakti kepada orang tuanya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Fraksi PKB DPRD Jawa Timur memprakarsai usulan pembahasan Perda Pesantren. Perda ini diharapkan dapat mewadahi kepentingan Pondok Pesantren di Jawa Timur.
Penyampaian Usul Prakarsa Raperda tentang Pesantren pun telah disampaikan melalui Rapat Paripurna DPRD Jatim, Sabtu (7/11/2020) lalu. Regulasi turunan dari UU Pesantren tersebut akan berisi dukungan afirmasi hingga bujeting.
"Kalau di amanah Undang-undang (pesantren), ada dana abadi pesantren yang diambil dari dana abadi pendidikan. Kalau untuk pendidikan, ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan ada Bosda (BOS daerah)," kata Penasehat Fraksi PKB DPRD Jatim, Anik Maslachah.
"Sehingga, kenapa tidak kita siapkan juga BOSda untuk santri? Dukungan bujeting oleh pemerintah daerah bisa dimasukkan dalam Perda ini," terang Wakil Ketua DPW PKB Jatim ini.
Agar bantuan tidak overlap dengan siswa sekolah reguler, maka juga akan diatur klasifikasi murid yang belajar di sekolah atau pesantren saja. "Sudah waktunya memberikan hak yang sama, termasuk kepada santri," kata perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini
Pihaknya berharap fasilitasi anggaran dari Pemrov sekaligus mengurangi biaya di pesantren.
"Sehingga, bantuan pesantren bukan hanya membantu meningkatkan kualitas pesantren sekaligus meringankan para santri," kata perempuan yang kini menjabat Sekretaris DPW PKB Jatim ini kepada TribunJatim.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wakil-sekretaris-dpw-pkb-jatim-fauzan-fuadi1.jpg)