Mobil Terjebak Tak Bisa Melintas karena Material Longsor di Bondowoso Tutup Jalan

Material longsoran menutup akses jalan Bondowoso-Banyuwangi begitu juga sebaliknya. Satu mobil mini bus dilaporkan terjebak tidak bisa melintas

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Longsor di Kalipait, Bondowoso 

Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Selain banjir, wilayah Kecamatan Ijen, Bondowoso juga diterjang longsor

Titik longsor berada di dekat jembatan Kalipait.

Material longsoran menutup akses jalan Bondowoso-Banyuwangi begitu juga sebaliknya. Satu mobil mini bus dilaporkan terjebak tidak bisa melintas karena longsoran tanah.

Sekretaris BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi longsoran.

"Langkah pertama, kami bergerak cepat untuk menerjunkan tim ke lokasi longsor. Kami juga telah meminta bantuan petugas reaksi cepat penanggulangan bencana Batalyon Raider 514," katanya, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Selama 2 Minggu Kecamatan Ijen Diguyur Hujan Deras, Debit Air Sungai Blawan Naik

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan identifikasi. Tak hanya itu, tim TRC juga menyiapkan peralatan untuk pembersihan jalan dari longsor sekaligus mengevakuasi mobil yang terjebak.

"Kami harus membersihkan jalan itu agar bisa dilintasi kembali. Ada satu mobil mini bus terjebak di lokasi, tak bisa melintas," ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Ijen, Saudia Yourdan Islami Taufik mengatakan hal serupa. Ia mendapat laporan ada mobil yang terjebak longsoran tanah. Akibatnya, mobil itu tak bisa melintas baik ke Bondowoso-Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Ada mobil yang terjebak. Tim desa dan kecamatan sudah meluncur di lokasi untuk membantu dengan alat seadanya. Selain itu, pemandian umum milik warga juga tertutup longsor," paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengimbau warga agar tetap waspada. Pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi bencana di wilayah Kecamatan Ijen.

"Di hulu sudah ada penanganan meski belum optimal. Kami kerja bakti melakukan pengerukan sedimen yang mengendap di cekdam-cekdam," pungkasnya. (nen)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved