Ruang Terbuka Hijau Menyusut, Kabupaten Malang Sering Terjadi Tanah Longsor
Tanah longsor kerap terjadi di Kabupaten Malang saat musim hujan kali ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 34
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Erwin Wicaksono | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tanah longsor kerap terjadi di Kabupaten Malang saat musim hujan kali ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, 34 kejadian tanah longsor telah terjadi sejak awal musim hujan hingga 31 Januari 2021.
"Ini merupakan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor hingga puting beliung," beber Sadono ketika dikonfirmasi.
Kabupaten Malang banyak dikeliling perbukitan. Wilayah seluas 33 kecamatan ini berada di daratan tinggi terbentang dari Utara hingga Selatan.
Menyusutnya ruang terbuka hijau diduga jadi biang kerok terjadinya bencana longsor.
Total sebanyak 49 kejadian bencana di Kabupaten Malang saat musim hujan. Rincian kejadian tersebut diantaranya 2 bencana angin, 8 banjir, 5 pohon tumbang, dan 34 longsor.
Baca juga: Akar Masalah Celine dan Stefan William Terkuak, Beda Karakter Hidup? Sudah Diprediksi 2 Tahun Lalu
Baca juga: Guyonan Gus Baha, Sopir Panik Saat ke Acara Haul KH Hamid Pasuruan, Malah Diajak Guyonan Gus Baha
Baca juga: Perubahan Fisik Stefan William Imbas Pisah, Pakar Kuak Sifat Asli Celine, Mirip FBI: Tercabik-cabik
“Setiap tahun tren-nya naik terus. Indikator naik ini banyak, bisa murni karena kejadian ini naik, atau karena hal lain," beber Sadono.
Sebagai langkah antisipasi, Sadono menyatakan BPBD Kabupaten Malang akan lebih giat dalam melakukan pemantauan.
"Kami akan gencar melakukan mantauan, karena sekarang status Kabupaten Malang darurat bencana hidrometeorologi dan tanah ambles atau tanah gerak,” tutupnya kepada TribunJatim.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bencana-tanah-longsor-melanda-kabupaten-malang-tepatnya-di-desa-blayu-kecamatan-wajak.jpg)