Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pengundian Kios dan Los Pasar Pon di Trenggalek, Bupati Temui Satu Per Satu Pedagang

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mengundi kios dan los bagi para pedagang, Rabu (10/2/2021).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Pedagang mengambil undian penempatan kios dan los di kantor bupati Trenggalek, Rabu (10/2/2021). 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mengundi kios dan los bagi para pedagang, Rabu (10/2/2021).

Pada hari pertama pembagian dilaksanakan untuk para pedagang kain dan pakaian. Di Pasar Pon, pedagang komoditi ini yang mendominasi.

Mereka direncakan menempati lantai dua bangunan Pasar Pon yang baru saja diresmikan sehari sebelumnya atau Selasa (9/2/2021).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengawal langsung proses pengundian kios dan los.

Pengundian itu dilaksanakan di kantor bupati. Guna memastikan jalannya protokol kesehatan, para pedagang secara bergantian tiap lima orang masuk bertemu dengan Mas Ipin untuk mengundi tempat kios dan los.

Mereka juga mendandatangani pakta integritas yang berisi kesanggupan untuk menaati aturan yang disusun pemkab terkait pengoperasian Pasar Pon.

“Rabu, Kamis, Jumat ini saya khusus untuk melayani pembagian lokasi Pasar Pon. Kenapa saya bagi langsung? Karena pascakebakaran, saya juga yang langsung turun tangan,” ungkap Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Sejak awal, kata dia, pemkab juga berkomitmen untuk membicarakan langsung dengan paguyuban dan pedagang soal kebijakan apapun yang diambil terkait pengoperasian Pasar Pon.

“Jadi karena itu saya tidak pasrahkan ke Kepala Dinas atau yang lain. Karena saya juga ingin memastikan bahwa yang menempati pasar betul-betul korban kebakaran Pasar Pon 2018 silam,” sambungnya.

Selain pakaian, ada beberapa zona lain di Pasar Pon yang penempatannya juga bakal diundi. Seperti, zona sandal, aksesori, perhiasan, elektronik, dan alroji.

Setelah pengundian kios dan los, Mas Ipin akan berfokus pada persiapan operasional pasar.

Untuk hal ini, pihaknya bakal mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, kesiapan pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pasar.

Ini dirasa penting karena pembukaan pasar berlangsung di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Juga melihat pengelola pasar, apakah sudah siap dengan sekuriti, petugas parkir, petugas kebersihan. Ini kita akan apelkan lagi untuk menyepakati SOP (Standard Operational Procedure),” ungkap Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Pengoperasian pasar juga bakal mempertimbangkan kondisi kasus Covid-19 di wilayahnya. Apabila kasus Covid-19 melandai, kemungkinan pasar akan dibuka dalam waktu dekat.

“Apabila dirasa aman, akan kita buka. Mungkin kita batasi jam operasionalnya, juga kita atur sehingga pasar tetap aman,” pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved