Eri Cahyadi Beberkan Program Prioritas, Targetkan Pelayanan Kesehatan di Surabaya Cukup Pakai KTP

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengebut sejumlah program, setelah resmi menjadi orang nomor satu di kota pahlawan.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Yusron Naufal Putra
Eri Cahyadi mengebut sejumlah program 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengebut sejumlah program, setelah resmi menjadi orang nomor satu di kota pahlawan. 

Aspek kesehatan, perekonomian hingga penanganan pandemi Covid-19 menjadi diantara sektor yang terus digeber. 

Di sektor kesehatan, Eri mengaku ingin memastikan warga Surabaya mendapatkan pelayanan optimal. 

Baca juga: Siswa SMK di Surabaya Nunggak SPP Dilarang Ikut Ujian Sekolah, Pekerjaan Ortu Angkut Bahan Bangunan

Dia menargetkan, nantinya warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan cukup lewat KTP. 

"Kemarin saya sudah bertemu sama BPJS. Saya berharap di bulan Maret ini bisa selesai. Seluruh warga Surabaya, terkait kesehatan tidak perlu surat kemiskinan cukup KTP Surabaya sudah dilayani," kata Eri, Senin (1/3/2021). 

Jika dilihat dalam paparan kebijakan prioritas yang disampaikan Eri, terkait pelayanan kesehatan memang masuk diantara 10 kebijakan yang diperhatikan. 

Selain terkait pelayanan kesehatan, perekonomian juga termasuk yang masuk dalam aspek yang diperhatikan. 

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu mengungkapkan, diantaranya Pemkot akan terus melakukan pendataan warga. 

Bakal dikumpulkan data detail, termasuk pendapatan para keluarga di Surabaya. Jika penghasilan dibawah UMK atau bahkan belum bekerja maka Pemkot akan memberikan intervensi. 

"Siapa yang belum bekerja nanti kita buatkan UMKM," terang Eri. 

Sementara disisi penanganan pandemi Covid-19 terus masuk dalam prioritas kerja. Kata Eri, Satgas Covid-19 akan terus dibentuk di setiap RW. 

Gerakan warga bersama pemerintah hingga tingkat bawah untuk membendung persebaran wabah ini akan terus didorong. Juga mengoptimalkan yang telah terbentuk. 

"Yang menjaga adalah warga, bukan hanya pemerintah, karena cara kerja kita adalah gotong royong," ungkap Eri. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved