Prihatin Degradasi Literasi, Mahasiswa dan Pelajar Buka Lapak Baca Gratis di Taman Paseban Bangkalan
Sejumlah pemuda dari Ikatan Mahasiswa Kecamatan Socah (IKMS) bersama beberapa pelajar SMA Negeri 1 Bangkalan bersinergi membuka Lapak Baca Gratis
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Sejumlah pemuda dari Ikatan Mahasiswa Kecamatan Socah (IKMS) bersama beberapa pelajar SMA Negeri 1 Bangkalan bersinergi membuka Lapak Baca Gratis di Taman Paseban Kota Bangkalan, Minggu (7/3/2021). Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk ‘perlawanan’ terhadap menurunnya minat baca anak dan siswa akibat pengaruh negatif tekhnologi digital.
Makna dari kata bijak ‘Buku Adalah Jendela Dunia’ telah meredup seiring derasnya arus informasi digital. Penggalan lirik Kan ku tulis sajak indah dalam lagu ‘Buku Ini Aku Pinjam’ yang dirilis Iwan Fals di tahun 1988, tidak lagi populer bagi anak-anak di era milenial.
Dengan perangkat gadget, sebagian besar generasi milenial saat ini lebih mengenal deretan game online seperti Among Us, Free Fire, Mobil Legend, hingga Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) Mobile.
Baca juga: Pasca Muscab, Politisi PKB Surabaya Geber Semangat, Tingkatkan Kiprah Sebagai Legislator
Ketua Umum IKMS, Mustaqim mengungkapkan, derasnya pengaruh negatif dari kemajuan teknlogi telah menggeser perilaku minat baca anak-anak dan siswa. Mereka lebih suka bermain gadget daripada membaca buku.
“Telah terjadi degrasi literasi. Menurunnya kemampuan dan keterampilan individu membaca dan menulis. Karena itu kami berupaya ‘melawan; dengan menggelorakan kembali minat anak dan siswa terhadap buku,” ungkap Mustaqim kepada Surya di Taman Paseban.
Guna menarik perhatian para pengunjung wahana rekreasi keluarga di pusat Kota Bangkalan itu, Mustaqim dan para siswa sesekali berorasi tentang pentingnya peran buku bagi anak dan siswa.
Dengan bermodal gitar akustik, Mustaqim juga membawakan beberapa lagu termasuk ‘Buku Ini Aku Pinjam’ karya Iwan Fals.
“Saat ini yang sering saya dengar malah, ‘Uang Ini Aku Pinjam’ untuk beli paket data,” kelakar mahasiswa Fakultas Hukum UPN Veteran Jatim asal Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan itu.
Kegiatan tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung Taman Paseban. Terutama anak-anak berusia SD. Mereka menghentikan langkahnya untuk melihat, membuka buka, hingga mulai menanyakan tentang buku-buku yang digelar begitu saja di depan sebuah joglo itu.
Total buku yang disedikan IKMS sekitar 80 buku. Mulai dari buku dongeng kartun untuk anak-anak, buku tentang ideologi, politik, ekonomi, hukum, hingga beberapa buku sastra dan filasafat.
Mustaqim menjelaskan, IKMS dengan organ sayap ‘Bintang Merah Literasi’ memang fokus bergerak di bidang peningkatan literasi anak dan siswa. Gerakan tersebut berangkat dari keresahan IKMS atas menurunnya peminat literasi di Kabupten Bangkalan.
Lapak Baca Gratis ‘Bintang Merah Literasi’ itu telah berjalan sejak September 2019 dan digelar setiap hari Minggu mulai pukul 07.00 – 10.30 WIB. Dengan sasaran masyarakat umum khususnya anak-anak, siswa SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa..
“Sebelummya kami survei ke beberapa sekolah, memang terjadi degradasi terhadap minat literasi akibat pengaruh negatif teknlogi digital. Saat ini buku sudah tidak lagi dianggap penting, anak dan siswa lebih akrab dengan gadget,” jelas pemudia berusia 22 tahun itu.
Selain menggelar Lapak Baca Gratis, IKMS juga melakukan open donasi baju bekas layak pakai. Hasil donasi pakaian akan disortir untuk disumbangkan ke yayasan anak yatim piatu.
Ia berharap, masyarakat dan para siswa SMA se Kabupaten Bangkalan turut berpartisipasi dan sadar akan pentingnya literasi.
“Kami juga menyelipkan hastag ‘membaca adalah melawan’. Dengan gemar membaca, kita sedang malawan kebodohan,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)