Breaking News:

Sempat Tutup Setahun, Bupati Kediri Akan Buka Kembali Wisata Gunung Kelud

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana berencana membuka kembali Wisata Gunung Kelud.

SURYA/farid
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berada di Gunung Kelud Kediri mengobrol dnegan stakeholder masyarakat pengelola wisata 

Reporter: Farid Mukarrom I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana berencana membuka kembali Wisata Gunung Kelud.

Rencana ini disebutnya sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Gunung Kelud merupakan salah satu ikon Kabupaten Kediri di tingkat Nasional.

Namun sejak adanya pandem, Gunung Kelud ditutup untuk umum. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Hanindhito mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji bersama dengan berbagai stakeholder untuk membuka kembali wisata Gunung Kelud.

“Rencana dalam waktu dekat tempat wisata Gunung Kelud akan kita buka kembali, setelah kita koordinasi dengan beberapa pihak seperti dari Kepolisian, TNI maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi dan untuk Kabupaten Kediri juga pada posisi zona orange," ujarnya.

Melanjutkan dengan adanya kebijakan pembukaan wisata Gunung Kelud ini diharapkan masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Kedepan dengan adanya ijin dibukanya wisata Gunung Kelud tersebut, saya berharap baik pengelola maupun masyarakat dapat mentaati aturan-aturan yang ada termasuk dalam penerapan protokol kesehatan," tutur Dhito.

Selain berencana membuka wisata Gunung Kelud, Hanindhito juga akan membenahi masalah lahan parkir.

"Yang pasti dalam waktu dekat apabila lokasi ini sudah mendapatkan ijin untuk dibuka kembali, mengingat masih situasi pandemi covid-19, maksimal kita batasi sekitar 50 persen dari kapasitas pengunjung," tambah Mas Dhito.

"Saya berharap pihak pengelola dapat mentaati peraturan tersebut dan saya tidak mau mendengar muncul cluster-cluster baru Covid-19. Dan apabila aturan ini dilanggar, maka sanksinya sangat tegas, wisata tersebut akan ditutup kembali," pungkasnya.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved