Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tolak Wacana Skor 5 X 11, Susy Susanti: Perubahan Skor Bulu Tangkis Tak Ada Urgensinya

Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, turut berkomentar mengenai wacana perubahan sistem skor bulu tangkis.

Editor: Taufiqur Rohman
BOLASPORT.COM/MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti, 2019. 

Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, ikut buka suara perihal wacana perubahan sistem skor bulu tangkis.

PP PBSI secara resmi mengusulkan perubahan sistem skor pada pertandingan bulu tangkis kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Tak sendirian, PBSI bersama Federasi Bulu Tangkis Maladewa mengusulkan perubahan skor dari sistem 3 x 21 menjadi 5x11.

Ke depan, usulan ini akan dibahas pada Rapat Umum Tahunan BWF yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Mei 2021.

Menanggapi wacana tersebut Susy Susanti menolak rencana perubahan sistem skor yang diajukan oleh PP PBSI.

Menurut Susy, perubahan yang terjadi bisa membuat olahraga bulu tangkis terkesan kehilangan identitas.

Baca juga: Hasil dan Update Klasemen Liga Italia - CR7 Torehkan Gol ke-25, Inter Milan Belum Terkejar di Puncak

Susy menolak usulan tersebut karena tidak melihat adanya urgensi dalam perubahan skor yang saat ini sudah digunakan.

"Kalau pendapat saya pribadi, saya tetap konsisten tidak setuju (perubahan sistem skor)," kata dia dikutip dari Kompas.com.

"Apa urgensinya poin badminton diubah lagi, sedangkan popularitas bulu tangkis sudah naik. Penonton oke, banyak negara sudah berpartisipasi."

"Saya melihatnya dari semua sektor. Jadi, kalau sudah populer, bisa diterima, dan dipertahankan di Olimpiade, kenapa diubah lagi?"

Baca juga: Hasil Liga Champions - Hajar FC Porto, Satu Kaki Chelsea di Semifinal

"Kesannya badminton tidak memiliki identitas. Waktu itu pernah 15 poin, lalu dicari formatnya mulai dari tujuh poin, sembilan, 11, sampai ketemu 21 poin. Itu kan membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi," sambung dia.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu juga khawatir akan ada dampak jika usulan perubahan sistem skor.

Dampaknya adalah olahraga bulu tangkis tidak akan menarik lagi dan berpotensi dihapus dari ajang Olimpiade.

"Kepopuleran bulu tangkis bisa berlanjut atau tidak? Setiap kita mengambil keputusan pasti ada konsekuensinya kan?" ujar Susy.

"Hal yang saya takutkan, seumpamanya jika badminton tidak populer dan dianggap tak menarik lagi, olahraga ini mungkin bisa dilepas dari Olimpiade."

"Untuk hal-hal lain saya tidak terlalu pusing. Satu yang paling saya takutkan adalah jika bulu tangkis hilang dari Olimpiade. Namun, kembali lagi keputusan akhir ada di tangan BWF. Secara global, alangkah baiknya dikaji lagi," ucap Susy berharap.

Baca juga: Hasil Liga Champions - Mbappe Cetak Brace, PSG Taklukkan Bayern Muenchen

Susy kemudian berpandangan daripada merubah sistem skor, BWF lebih baik fokus pada program meningkatkan popularitas bulu tangkis.

"Saya melihat sebetulnya kerja BWF cukup baik selama beberapa waktu ini, bagaimana mereka memopulerkan olahraga ini ke negara-negara yang belum mengenal bulu tangkis," kata dia.

"BWF memiliki kerja sama salah satunya dengan Indonesia juga. Pemain-pemain dari Peru, Kenya, dikirim ke klub-klub di sini untuk berlatih dan berbagi ilmu."

"BWF juga pernah memberikan bantuan dana agar mereka bisa ikut berpartisipasi pada kejuaraan-kejuaraan tertentu.

"Secara pendekatan, itu adalah hal yang bagus. Nah, bagaimana yang sudah bagus bisa dipertahankan, tetapi jangan kebanyakan berubah-ubah," ujar Susy.

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul "Susy Susanti Tolak Rencana Perubahan Sistem Skor, Begini Alasannya"

Ikuti berita seputar bulu tangkis

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved