Breaking News

Angka DBD Ponorogo Tahun 2021 Turun, Dinkes: Kasus Terbanyak Ada di Kecamatan Sampung

Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) triwulan pertama tahun 2021 di Kabupaten Ponorogo turun jika dibandingkan tahun 2020.

Tayang:
TRIBUNJABAR.COM
ILUSTRASI - nyamuk sebabkan demam berdarah 

Reporter: Sofyan Arif Candra I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) triwulan pertama tahun 2021 di Kabupaten Ponorogo turun jika dibandingkan tahun 2020.

Pada tahun ini, mulai bulan Januari hingga bulan Maret terdapat 27 penderita DBD dan tidak ada kasus meninggal dunia.

Sedangkan tahun lalu, pada periode yang sama tahun 2020 terdapat 80 penderita DBD dan satu pasien DBD meninggal dunia.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Ponorogo, Edi Kusnanto salah satu faktor turunnya angka DBD di Ponorogo adalah semakin sadarnya masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Kita kuatkan jejaring di Puskemas, walaupun Pandemi kader jemantik tetap berjalan. Kita juga siaran keliling berkala sehingga dimanapun orang bisa mendengar imbauan 3 M ini," kata Edi, Minggu (11/4/2021).

Pada 3 bulan pertama ini DBD di Ponorogo terserbar di sejumlah kecamatan.

Paling banyak di Kecamatan Sampung dengan jumlah 4 kasus. Lalu Kecamatan Jenangan dan Kecamatan Ponorogo dengan 3 kasus.

Khusus di Kecamatan Jenangan terutama di Kelurahan Setono dimana terdapat dua penderita dalam satu lingkungan.

"Kita lakukan dua kali fogging di Setono untuk memutus mata rantai penularan," ucap Edi.

"Kedua pasien pun juga tidak sampai masuk rumah sakit karena trombositnya masih normal," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved