Berita Surabaya
Pedagang Pasar Asem Simo Ngadu ke DPRD Surabaya, Ngaku Bakal Digusur SPBU
Sebanyak tujuh pedagang di Pasar Asem Simo, cemas. Mereka bakal tergusur atas rencana Pembangunan SPBU. Para pedagang tidak bisa menempati lapak yang
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
Reporter: Nuraini Faiq | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak tujuh pedagang di Pasar Asem Simo, cemas. Mereka bakal tergusur atas rencana Pembangunan SPBU. Para pedagang tidak bisa menempati lapak yang sudah lama menghidupi mereka.
"Surabaya perlu kehadiran investor termasuk usaha SPBU. Saya setuju. Tapi jangan menimbulkan persoalan pedagang. Investasi seharusnya meningkatkan kesejahteraan warga di sekitarnya," ucap Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, Rabu (15/4/2021).
Perempuan alumnus ITS ini tidak melarang pengembang berinvestasi. Namun bisa memberi nilai tambah bagi warga dan tidak menimbulkan masalah sosial. Ajak bicara pedagang Lapak dan Libatkan RT RW setempat.
Di sekitaran Pasar Asem Sumo akan dibangun SPBU. Sebanyak 7 pedagang mengadu ke Reni. Mereka menyampaikan bahwa keberadan Lapak ketujuh pedagang ini akan tekena dampak pembanguan SPBU.
Reni menuturkan bahwa salah satu pedagang mengaku diberi tahu bahwa keberadaan mereka akan tergantikan oleh SPBU. "Bukan semua pedagang Pasar Asem Simo. Tapi tujuh pedagang yang bakal Terdampak," ucap Reni.
Baca juga: Jemur Baju, Wanita Kediri Dengar Kayu Jatuh, Langsung Teriak Minta Tolong Saat Tahu yang Terjadi
Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, Reni mengaku datang langsung ke Pasar Asem. Apa benar ada rencana penggusuran terhadap pedagang oleh Satpol PP.
Ternyata nanti ada sejumlah pedagang Pasar Asem akan dialihkan di luar lahan SPBU. Namun pedagang menilai bahwa keberadaan SPBU akan menghalangi Lapak pedagang.
Reni Astuti menjelaskan, secara historis pedagang Pasar Asem Simo sudah turun temurun berdagang di situ. Tentu mereka keberatan jika harus dipindah.
Jadi, akan lebih baik jika dilakukan sosialisasi utuh ke pedagang. Mereka sudah puluhan tahun berjualan disitu. Meski diakui bahwa para pedagang saat ini menempati lahan bukan milik mereka.
Reni Menyebut bahwa persoalan menggusur pedagang pasar apapun itu alasannya di masa pandemi saat ini kurang tepat. Keberadaan pedagang pasar justru membuat ekonomi Kota Surabaya terkerek naik, karena bergairahnya daya beli masyarakat. (Faiq)
Kumpulan berita Surabaya terkini