Berita Malang
Jadwal Penukaran Uang Baru, Bank Indonesia Malang Sediakan 122 Loket
Kantor perwakilan Bank Indonesia Malang telah membuka 122 loket untuk memfasilitasi masyarakat yang akan menukarkan uang baru menjelang lebaran 2021
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: Rifky Edgar I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kantor perwakilan Bank Indonesia Malang telah membuka 122 loket untuk memfasilitasi masyarakat yang akan menukarkan uang baru menjelang lebaran 2021 nanti.
122 loket tersebut terbagi menjadi dua, yaitu 84 loket disediakan di Perbankan, dan 38 loket tersedia di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Loket tersebut tersebar di sejumlah daerah, meliputi Malang Raya, Pasuruan hingga Probolinggo di daerah yang menjadi lingkup kerja kantor perwakilan BI Malang.
Baca juga: Pria Asal Madiun Olah Limbah Kayu Jadi Wayang Kualitas Ekspor, Jadi Langganan Para Pejabat
"Jadi ini merupakan upaya kami dalam memenuhi kebutuhan masyarakat saat menukarkan uang jelang lebaran. Kami telah membuka loket penukaran di Perbankan dan BPR," ucap Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kpw BI Malang, Indra Gunawan, Jumat (16/4).
Kantor Perwakilan BI Malang telah menyiapkan uang kartal sebanyak Rp 4,5 Triliun.
Baca juga: Sulap Kain Goni Bekas Jadi Peci, Karya Pria Asal Blitar Jadi Souvenir di Wisata Makam Bung Karno
Jumlah tersebut merupakan nominal yang diperhitungkan melalui estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang saat Ramadan dan Lebaran.
Di mana terjadi peningkatan 46,84 persen dibangun dengan periode tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 3 Triliun.
Uang tersebut telah di distribusikan sejak 10 Maret 2021 kemarin ke masing-masing Perbankan dam BPR.
Baca juga: Dikabarkan Gabung Arema FC, Alfredo Vera Bakal Bawa Asisten Pelatih Sendiri?
Waktu penukaran pun, nantinya mulai dibuka pada tanggal 3-11 Mei 2021 mendatang.
"Cara masyarakat untuk menukarkan uang pecahan kecil itu silahkan menukar di loket yang sudah ditentukan. Kami akan suplai kebutuhan uang sesuai dengan permintaan," ucapnya.
Bank Indonesia juga menyarankan batas penukaran uang per KTP sebesar Rp 3,7 Juta.
Akan tetapi jumlah tersebut bisa saja lebih, yang menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
"Nominal penukaran yang kita sarankan adalah Rp 3,7 juta untuk masing-masing penukar. Terkait jumlah itu juga kita serahkan lagi ke loket-loket perbankan dan BPR yang nanti dapat menyesuaikan keinginan dan kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Indra pun mengimbau kepada masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik di loket Perbankan maupun BPR.
Hal tersebut dilakukan guna menghindari resiko uang palsu dan nominal jumlah yang tidak sesuai ketika proses transaksi berlangsung.
"Jadi kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang tunai. Silahkan datang ke loket resmi, untuk menghindari peredaran uang palsu," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-penukaran-uang_20170620_145227.jpg)