Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2021

Manfaat Kurma Sebagai Menu Buka Puasa, Ahli Gizi Universitas Airlangga: Sangatlah Baik dan Worth It

Binsis kurma kembali bergeliat di Ramadan 2021. Ahli Gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Mahmud Aditya Rifqi: worth it dijadikan menu buka puasa.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kurma Sukkari yang dijual di Toko Kurma Hanahzam di Kampung Arab Surabaya, Kompleks Masjid Sunan Ampel. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tidak seperti Ramadan tahun lalu, bisnis kurma di Ramadan 2021 mulai bergeliat kembali.

Itu telah dibuktikan sendiri oleh para penjual kurma di Kawasan Kampung Arab Surabaya.

Satu dari sekian banyak pedagang kurma di Kampung Arab Surabaya, Ukasa mengakui bahwa omset penjualan kurmanya di Ramadan 2021 ini meningkat jika dibandingkan tahun 2020 maupun 2019.

Baca juga: Ancaman Ruben Onsu Akan Pulangkan Betrand Peto ke NTT Soal Trauma dengan Ibu: Nurut Sama Ayah

Baca juga: Fakta Lain Tangis Nathalie Holscher, Gimmick, Sempat Ngaku Berat Jadi Istri Sule, Denny: Waspada

"Perharinya, di Ramadan 2021 ini omset bisa sampai 1,6 juta, kalo tahun 2020 hanya Rp 833.333 ribu perhari," ujar Ukasa kepada TribunJatim.com, Selasa (20/4/2021).

Lantas sejauh mana peran, khasiat dan manfaat kurma ketika dikonsumsi di bulan Suci Ramadan?

Salah satu seorang Ahli Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi mengatakan kurma memang sangatlah baik dan worth it dijadikan menu buka puasa.

 Baca juga: Jajakan Diri Saat Bulan Ramadan, PSK Pinggir Jalan Pajajaran Diamankan Satpol PP Kota Malang

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu, 21 April 2021: Cancer Ceria Sepanjang Hari, Capricorn Populer di Tempat Kerja

"Jadi memang ada baiknya saat berbuka puasa kita bisa memulai berbuka dengan mengonsumsi makanan sederhana terlebih dulu, seperti minum air putih dan makan kurma," ujar Mahmud.

Sementara untuk konsumsi makanan utama yang mengandung unsur karbohidrat, protein, dan zat kompleks lainnya menurut Mahmud sebaiknya dilakukan setelah shalat magrib.

“Berbuka itu sebaiknya tidak langsung ke makanan utama, kita bisa mengawali dulu dengan makanan kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut, dosen yang berulang tahun setiap tanggal 7 Desember itu menuturkan, hal tersebut dianjurkan agar konsumsi gula bisa tetap dijaga alias agar tidak berlebihan.

“Kebanyakan orang biasanya ‘balas dendam’ dengan mengkonsumsi banyak makanan manis saat buka puasa. Nah, konsumsi gula ini perlu diperhatikan baik saat sahur maupun buka puasa agar energi di dalam tubuh tidak cepat habis dan berat badan tetap seimbang. Oleh karenaya cukup makan kurma saja diawal, khususnya untuk membatalkan puasa, yang mana agar tidak muluk-muluk mengkonsumsi beragam makanan yang manis-manis,” paparnya.

Berita tentang kurma sukkari

Berita tentang Surabaya

Berita tentang Ramadan 2021

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved