Berita Surabaya

Stok Darah Semua Golongan di Surabaya Kosong, PMI Surabaya: Ini yang Terparah

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kekurangan stok darah di awal Ramadhan. Kelangkaan stok darah ini menjadi yang terburuk dibanding....

Tayang:
surya/sugiharto
Seorang petugas merapikan rak stok darah yang kosong di penyimpanan darah PMI Kota Surabaya, Selasa (20/4/2021). 

Reporter: Bobby Koloway I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya kekurangan stok darah di awal Ramadan. Kelangkaan stok darah ini menjadi yang terburuk dibanding tahun sebelumnya. 

Imbas krisis stok darah yang dialami PMI Kota Surabaya, permintaan darah dari berbagai rumah sakit tidak bisa dipenuhi. Sehingga banyak rumah sakit di Surabaya mencari stok darah ke daerah lain. 

"Sedih rasanya saat permintaan darah tidak bisa kita penuhi. Semoga bisa diusahakan dari daerah lain," ujar Muklas Udin salah satu pengurus PMI Kota Surabaya.

Berdasarkan catatan PMI Kota Surabaya, kebutuhan stok darah perharinya mencapai 400 kantong. Namun, di awal Ramadan ini pendonor menurun tajam. 

Misalnya untuk hari ini stok darah yang tersedia hanya 34 kantong.

"Ini yang terparah. Selama ini belum pernah terjadi. Biasanya, saat Ramadan masih banyak stok darahnya dan kita juga bisa mengirim ke daerah lain," ujar Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya dr Budi Arifah di Surabaya, Selasa (20/4/2021). 

Gejala penurunan mulai terasa menjelang bulan Ramadan. Kemudian terus berlanjut hingga saat ini. 

Krisis stok darah di PMI Surabaya menurut dr Budi Arifah diakibatkan beberapa hal. Diantaranya berkurangnya animo masyarakat pada masa pandemi Covid-19. 

Kemudian, faktor vaksinasi. Sebab, calon pendonor tak bisa langsung memberikan darahnya apabila baru saja divaksin. 

Melainkan harus ada jeda waktu. Minimal dua pekan dari vaksin dosis kedua bagi yang divaksin Sinovac dan 8-12 pekan bagi yang divaksin AstraZeneca. 

"Ada beberapa faktor penyebabnya. Vaksinasi covid juga menjadi faktor, karena yang telah vaksin tidak bisa langsung vaksin harus ada jeda waktu. Kemudian aktivitas sosial banyak yang terhenti dan juga puasa minat masyarakat menurun," lanjut dr Budi.

Untuk menarik antusiasme pendonor kembali, PMI Kota Surabaya memberikan apresiasi terhadap para pendonor.

Mulai dengan pemberian cenderamata, sembako, hingga undian untuk mendapatkan hadiah motor. Selain itu untuk memudahkan layanan PMI Surabaya juga membuka layananan donor 24 jam.

"Kita berharap masyarakat bisa kembali berdonor. Kita siapkan sovenir dan sembako untuk para pendonor. Ini kita lakukan agar masyarakat kembali tergerak untuk donor darah," kata dr. Budi Arifah. 

Berbeda halnya dengan stok darah yang menipis, stok plasma konvalesen di PMI Surabaya cenderung masih cukup. Selain masih banyaknya pendonor, ini juga disebabkan dengan semakin menurunnya permintaan plasma.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved