Breaking News:

Berita Tulungagung

Aktivis Edukasi Satwa Liar Meminta Bupati Melarang Pertunjukan Topeng Monyet di Tulungagung

Aktivis Edukasi Satwa Liar, Cakra, meminta bupati untuk melarang pertunjukan topeng monyet di wilayah Tulungagung.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Aktivis Cakra menunjukkan surat permohonan pelarangan topeng monyet di Tulungagung, Rabu (21/4/2021). 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi (Cakra) menyampaikan surat permohonan pelarangan topeng monyet ke bupati Tulungagung, Rabu (21/4/2021).

Cakra memohon kepada bupati Tulungagung agar mengeluarkan surat pelarangan praktik topeng monyet di Tulungagung.

“Kami sertakan juga surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA dan gubernur Jawa Timur yang melarang topeng monyet,” terang Ketua Cakra, Yuga Hermawan.

Menurut Yuga, secara nasional maupun Provinsi Jawa Timur, topeng monyet telah dilarang.

Namun dalam praktiknya, masih ada kelompok topeng monyet yang berkeliling di Tulungagung.

Mereka berasal dari wilayah Jawa Barat dan sengaja ngamen di wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Terakhir yang kami temukan berasal dari Cirebon. Belum ada yang berasal dari Tulungagung sendiri,” sambung Yuga.

Baca juga: Temuan Razia Makanan di Tulungagung Jelang Lebaran, Jejak Tikus Sampai Izin Mati Sebelum Tahun 2000

Baca juga: Banyak Jalan Tikus, Polres Ponorogo Sekat 7 Titik Perbatasan Jatim-Jateng, Awasi Aksi Nekat Mudik

Cakra telah mendata aktivitas topeng monyet selama 2020 hingga April 2021.

Selama tahun 2020 ada tujuh kali pertunjukan topeng monyet yang dilaporkan warga.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved