Breaking News:

Berita Lamongan terkini

Antisipasi Laranga Mudik dan Mudik Lebih Awal, Lamongan Pasang Ranjau  SE, Ini Perangkapnya 

Larangan mudik dan pemudik yang datang lebih awal diantisipasi Forkopimda  Lamongan Jawa Timur

Istimewa/TribunJatim.com
Peta Lamongan soal larangan mudik 

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN  -  Larangan mudik dan pemudik yang datang lebih awal diantisipasi Forkopimda  Lamongan Jawa Timur.

Caranya, diantaranya  memberlakukan sejumlah aturan yang tertuang dalam ranjau  Surat Edaran (SE). 
Dalam SE Satgas Covid-19 itu ada beberapa  isi yang harus difahami masyarakat.

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, M. Nalikan memastikan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait kebijakan penegakan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan. 

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada Ramadhan dan saat lebaran, kata Nalikan, Lamongan akan menerapkan kebijakan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan, baik perjalanan dari dalam negeri maupun dari perjalanan luar negeri. 

Baca juga: Patroli Gabungan Imbau Pedagang Kembang Api di Kediri Tidak Menjual Petasan

"Kebijakan itu diantaranya adalah untuk wajib melaporkan diri 1 x 24 jam ke Satgas COVID-19 tingkat desa dan melakukan pemeriksaan kesehataan di fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas/ Pustu/ Polindes/Bidan Desa," kata Nalikan pada Surya.co.id (Tribunjatim.com grup), Rabu (21/4/2021). 

Menurut Nalikan, penerapan wajib lapor dan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri Tahun. 

"SE Satgas Kabupaten ini untuk menindaklanjuti SE Kasatgas nasional nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid -19 selama Ramadhan," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Nalikan, pihaknya juga meminta Satgas Covid -19 di tingkat bawah untuk mendata setiap warga yang melakukan perjalanan dari dalam dan luar negeri serta melaporkan ke Satgas Covid -19 Kabupaten. "SE ini berlaku juga kepada pemudik yang pulang lebih awal dan berlaku sejak dikeluarkannya SE ini," tegas  Nalikan. 

Sementara, data resmi dari Dinkes Lamongan diketahui kasus aktif COVID-19 di Lamongan ada sebanyak 20 orang. Sedangkan secara keseluruhan, kasus positif COVID-19 mencapai 2.716, jumlah sembuh sebanyak 2.529 dan meninggal sebanyak 167. 

"Mari kita taati peraturan pemerintah untuk melakukan Jaga Jarak Fisik dan Sosial. Wajib memakai masker jika keluar rumah dan ayo di rumah saja. Tetap waspada dan bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran COVID-19," ajak Nalikan.(Hanif Manshuri)

Kumpulan berita Lamongan terkini

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved