Breaking News:

Berita Tuban

Dititipkan Biar Aman, Bocah SD Malah Dinodai Oleh Pamannya Sendiri, Aksi Bejat Dilakukan 15 Kali

Entah apa yang ada dibenak P (56) asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Pria yang bekerja sebagai sopir itu tega mencabuli keponakannya sendiri

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sudarsono
P (56) pelaku pencabulan terhadap keponakannya di Kecamatan Merakurak diamankan Satreskrim Polres Tuban, Jumat (23/4/2021). 

Reporter: Mochamad Sudarsono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Entah apa yang ada dibenak P (56) asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban

Pria yang bekerja sebagai sopir itu tega mencabuli keponakannya sendiri, sebut saja bunga (12). 

Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu jadi pelampiasan nafsu dari pamannya, yang sudah beristri dan punya anak. 

Padahal, korban dititipkan ke paman oleh ayahnya yang sakit karena kecelakaan. Namun justru amanah tersebut dimanfaatkan P untuk menodai keponakannya sendiri, di kamar rumah korban. 

"Hari ini kita sudah tetapkan paman korban sebagai tersangka setelah kita lakukan pemeriksaan. Rumah korban dan paman ini bertetangga di Kecamatan Merakurak, kejadian di kamar korban," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Adhi Makayasa dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021). 

Adhi menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari ayah korban yang mendapat kabar dari tetangga, jika anaknya menjadi korban pencabulan dari paman. 

Baca juga: Viral Video Anak Kru KRI Nanggala 402 Larang Ayahnya Pergi, Seakan Punya Firasat, Pintu Dikunci

Lalu ayah korban bertanya kepada anaknya langsung dan ternyata membenarkan. 

Berdasarkan keterangan, kejadian asusila tersebut pertama kali dilakukan pada 8 Desember 2020 dan terakhir 8 Maret 2021, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Dari pengakuan korban, paman bejat itu sudah menodainya kurang lebih sebanyak 15 kali. 

"Keterangan korban sudah disetubuhi dan dicabuli 15 kali, tersangka sudah kita tahan. Barang bukti yang kita amankan baju korban," pungkasnya. 

Akibat perbuatannya, pelaku kita jerat undang-undang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved