Berita Kediri

Makin Marak, Pengamen Angklung dan Boneka Diamankan Satpol PP Kota Kediri

Setelah beberapa kali diperingatkan tidak dihiraukan, kelompok pengamen angklung dan boneka ditertibkan patroli Satpol PP Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/didik mashudi
Patroli Satpol PP Kota Kediri mengamankan seperangkat alat musik kelompok pengamen angklung di Perempatan SMAK Kota Kediri. 

Reporter: Didik Mashudi I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Setelah beberapa kali diperingatkan tidak dihiraukan, kelompok pengamen angklung dan boneka ditertibkan patroli Satpol PP Kota Kediri.

Pengamen angklung biasa mangkal di Perempatan SMAK  Jalan Veteran. Sedangkan dua pengamen boneka ditertibkan petugas sewaktu mengamen di perempatan Kediri Mall dan perempatan Reco Pentung.

Sekretaris Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid saat dikonfirmasi menjelaskan, pengamen angklung sudah diperingatkan petugas berkali-kali untuk tidak mengamen.

Namun peringatan petugas tidak dihiraukan, karena kelompok pengamen angklung ini masih tetap mengamen.

Apalagi lokasi mengamen pengamen angklung hanya 200 meter dari Kantor Satpol PP Kota Kediri.

"Anggota mengamankan alat mengamen angklung dan di bawa ke Kantor Satpol PP. Kelompok pengamen angklung ini sudah beberapa kali diperingatkan petugas untuk tidak mengamen," ungkap Nur Khamid, Minggu (25/4/2021).

Tindak lanjut dari pengamanan alat pengamen angklung, koordinatornya  Ariska Dwi Kurniawan, diminta untuk menghadap kepada Kasi Trantib di Kantor Satpol PP.

Selain pengamen angklung, petugas juga mendapatkan pengaduan pengamen boneka di perempatan Kediri Mall

Pengemen boneka ada dua orang, satu orang berdandan dengan kostum boneka besar sambil menari. Dan satu orang lagi sebagai operator alat musik dan yang mengedarkan kotak sumbangan.

Petugas patroli telah meminta kepada pengamen boneka untuk segera bergeser dan tidak mengamen lagi.

Selain pengamen boneka di perempatan Kediri Mall, petugas juga menertibkan pengamen boneka di perempatan Reco Pentung untuk segera bergeser dan tidak mengamen lagi. 

"Ada dua pengamen boneka yang diperingatkan petugas agar tidak mengamen lagi," ujarnya.

Pengamen kelompok musik angklung dan pengamen boneka ini sering muncul di sejumlah titik jalan di Kota Kediri setelah maraknya pengamen yang berdandan sebagai manusia silver.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved