Breaking News:

Ramadan 2021

Umat Hindu Bagi-Bagi Takjil kepada Muslim di Lumajang

Berbagi takjil di bulan Ramadan yang digagas Pahrisada Hindu Darma Indonesia Kabupaten Lumajang merawat harmonisasi hubungan antar umat beragama....

surya/tonyH
Umat hindu saat berbagi takjil kepada seluruh pengguna jalan yang sedang berpuasa di Jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Minggu (25/4/2021). 

Reporter: Tony Hermawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Menjelang waktu buka puasa, Minggu, 25 April 2021 Edy Sumiato setengah berlari dalam keramaian lalu lintas di depan Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang.

Di sekitaran Jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro dirinya membagi-bagikan takjil kepada umat islam yang sedang berpuasa.

Sambil mengenakan udeng dan sarung, dia yang terhimpun pada organisasi Pahrisada Hindu Darma Indonesia Kabupaten Lumajang, sering melempar senyum kepada pengendara yang sudi menerima minuman segar yang disodorkan dari tangannya.

"Saya tidak puasa tapi ini untuk segar diminum buat orang yang sudah berpuasa,” katanya singkat.

Lebih lanjut, Edy yang menjabat Ketua Pahrisada Hindu Darma Indonesia Kabupaten Lumajang mengatakan kegiatan ini sudah beberapa kali diadakan dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagi takjil di bulan Ramadan digagas untuk  hubungan antar umat beragama.

"Ini langkah-langkah kami merawat kerukunan antar agama di Lumajang. Apalagi Senduro sudah ditetapkan desa sadar kerukunan, jadi kami menghadirkan wujud itu bukan hanya wacana saja tapi juga ada tindakannya," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, tak hanya umat Hindu Kabupaten Lumajang yang ikut membagikan takjil kepada pengguna jalan, turut serta juga beberapa organisasi dari semua lintas agama juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

"Memang dalam kegiatan sosial kami tidak memandang apapun, agamamu ya agamamu ya agamaku ya agamaku. Mangkannya dalam kegiatan ini kami perlu bergandengan tangan," terangnya.

Sementara, ketika pembagian takjil berlangsung sempat menarik perhatian warga yang melintas lantaran umat Hindu mengenakan pakaian adat bali.

Para perempuan mengenakan sarung dan kebaya sementara lelaki mengenakan udeng atau sejenis kain yang diikat ke kepala.

"Cukup terharu saya ketika umat muslim menjalani puasa ternyata umat dari agama lain mempunyai toleransi yang begitu tinggi," ungkap Tison salah satu pengendara sepeda motor yang menerima takjil.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved