Breaking News:

Berita Malang

Lewat Buku, Dosen Asal Libya di UIN Malang Puji Kemajuan Masyarakat Indonesia

Rektor Prof Dr Abdul Haris MAg menerima kedatangan dosen asal Libya yang menyerahkan bukunya, Senin (26/4/2021).

Surya/sylvianita widyawati
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Abdul Haris MAg menerima buku dari Dr Sulaiman, dosen UIN Malang dari Libya, Senin (26/4/2021). 

Reporter: Sylvianita Widyawati I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Usai syuting program Syiar Ramadan di lobi rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rektor Prof Dr Abdul Haris MAg menerima kedatangan dosen asal Libya yang menyerahkan bukunya, Senin (26/4/2021).

Dr Sulaiman adalah dosen Sejarah Peradaban Islam (SPI) yang lima tahun mengajar di UIN Malang. "Saya sebagai rektor merasa kagum bagaimana orang lain melihat Indonesia," jelas Haris pada wartawan. 

Baru pertama kali ia menerima buku dari dosen asing UIN.

"Buku tersebut membahas tentang hadharah atau peradaban/kebudayaan Afrika dan yang membawa Islam itu ke Indonesia," jelas Sulaiman yang kemudian diterjemahkan oleh Haris.

Dikatakan, di Indonesia tumbuh peradaban dan kebudayaan yang sangat tinggi sebelum adanya penjajahan dulu.

"Dan penjajahan itulah yang sesungguhnya merusak tatanan kehidupan kita karena adanya peperangan. Jadi antara di Indonesia dengan Afrika itu mirip. Pendudukanya juga mirip karena Islam membawa prinsip keilmuan. Dan Islam mendorong pemikiran yang maju yang membawa bangsa pemeluk islam itu maju," papar Haris.

Ia menyebut, ketika Islam datang tidak merusak tatanan budaya tersebut. Tapi tetapi memperkuat. 

Dan inilah yang menjadikan dasar kemajuan di Afrika dan Indonesia. Judul bukunya Al Alfrikiyan Minal Hadharah ila At-Tabi’iyyah

"Jadi dari perspektif sistem politik dan partai, sangat maju masyarakat di Indonesia. Masyaarakt itu maju karena memang diberi kesempatan utk maju. Dan di Indonesia itu terus tumbuh," jelasnya. 

Di UIN ada beberapa dosen asing. Yaitu dari Libya satu orang, Sudan ada dua orang, Saudi ada 2 dan beberapa dosen Jepang tapi tidak di UIN.

Untuk dosen Jepang terkait dengan Fakultas Saintek. Mereka bergelar profesor. Rektor menyebut bahwa Sulaiman juga mempunyai buku doa doa di dalam alquran sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. 

Tentang apa yang dilakukan Sulaiman adalah sebagai proses untuk menjadikan UIN Maliki bereputasi internasional.

"Karena ada dosen-dosen asing yang mengajar di sini. Dan mereka menyukai Indonesia. Ini menjadikan UIN maulana menjadi jendela indonesia bagi orang luar sana," imbuhnya.

Ia menyebutkan, beberapa dosen mengajar di Al Azhar. Namun berhenti karena Covid-19. Serta beberapa dosen lain juga mengajar di perguruan tinggi. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved