Berita Malang

Penyebab Suasana Sepi Lebaran di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau Kota Malang

Pemandangan berbeda nampak di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang saat menjalani Hari Raya Lebaran 2021.

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/edgar
Suasana di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang usai ada 21 orang terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (17/5/2021). 

Reporter: Rifki Edgar I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemandangan berbeda nampak di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang saat menjalani Hari Raya Lebaran 2021.

Perumahan yang terletak di pinggir jalan Raya Tlogomas itu nampak sepi dari aktifitas setelah ada 21 warganya yang dinyatakan positif virus corona.

Tak banyak mobilitas warga yang terpantau hilir mudik untuk merayakan Lebaran. Mereka kebanyakan berdiam diri di rumah menghabiskan waktu bersama keluarga.

Seperti yang dialami oleh Adil Satrio, warga Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kota Malang yang merasakan momen berbeda saat lebaran di wilayahnya.

Biasanya banyak keluarganya yang datang ke rumah saat lebaran, kini nampak sepi setelah ada warga yang dinyatakan positif corona.

Adil hanya bisa berdiam diri di rumah, meski sempat sambang ke rumah keluarganya lain di daerah Sawojajar, Kota Malang.

"Suasana memang sepi. Kami lebaran cuma di rumah saja. Tidak banyak saudara kami yang berkunjung. Meski kami sempat sambang ke rumah saudara di Sawojajar," ucapnya.

Remaja itu mengaku tak nyaman dengan suasana yang saat ini terjadi di perumahannya.

Bahkan, dia sampai memakai dua masker sekaligus, sebagai pelapis ketika mengantre menjalani swab tes antigen di balai RW 09, dekat rumahnya.

Dia hanya mengetahui, bahwa kasus Covid-19 berawal dari salah seorang warga di perumahannya yang tiba-tiba sakit dan di dirawat di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19.

Warga tersebut sering melakukan aktifitas beribadah di Masjid Al Waqar, yang letaknya tak jauh dari rumahnya.

Adil pun juga sempat beberapa kali beribadah salat tarawih di masjid tersebut. 

Meski pada akhirnya dia memutuskan untuk beribadah di dalam rumah karena banyaknya jamaah yang melaksanakan salat tarawih di masjid tersebut.

"Awal-awal puasa saya sempat ikut tarawih di sana (Masjid Al Waqar). Setelah itu saya memilih beribadah di rumah, karena banyak warga yang tidak tertib akan protokol kesehatan," ucapnya.

Adil berharap, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Agar nantinya mobilitas warga tetap berjalan dan semuanya bisa kembali normal.

"Mau tidak mau ya kondisinya sudah seperti ini. Ya semoga Covid-19 ini bisa segera berakhir agar semuanya bisa kembali normal," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved