Disnakertrans Tulungagung Ingatkan Ada Penipu Yang Mengincar Perempuan Pekerja Migran
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Susanto, selama melakukan penjemputan pekerja migran yang habis kontrak.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Para pekerja migran, khususnya kaum perempuan, diminta untuk berhati-hati jika kenalan lewat media sosial.
Sebab sejumlah kasus penipuan menimpa para pekerja migran, karena percaya kepada kenalan di internet.
Hal ini diungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Susanto, selama melakukan penjemputan pekerja migran yang habis kontrak.
“Ada dua yang kami temukan, kasus pekerja migran yang ketipu sama kenalannya,” kata Agus kepada TribunJatim.com.
Agus mengungkapkan, ada seorang pekerjamigran asal Madiun yang nekat ikut penjemputan Tulungagung.
Perempuan muda dengan inisial LM ini mengaku pulang ke rumah calon suaminya di Kecamatan Rejotangan.
Petugas Disnakertrans berupaya memulangkannya, karena LM bukan warga Tulunagung.
Kepada petugas dia berubah mengaku sudah nikah siri dengan warga Tulungagung.
Agus sempat memeriksa profil Whatsapp di ponsel milik LM.
Foto sosok yang disebut suami siri itu terlihat sangat tampan.
Baca juga: Habis Kontrak, Baru 358 dari 1204 Pekerja Migran yang Pulang ke Tulungagung, Disnakertrans Khawatir
“Begitu lihat profilnya, saya sudah yakin pasti penipuan karena fotonya sangat tampan,” tutur Agus.
Untuk meyakinkan, Agus melakukan panggilan video kepada sosok yang disebut suami siri itu.
Dan ternyata yang mengangkat adalah sosok laki-laki yang jauh berbeda.
Menurut Agus, sosoknya jauh dari ganteng, berbeda dan foto yang dipasangnya.
“Walah, sama saya saja masih gantengan saya. Benar-benar jelek, tidak sesuai dengan fotonya,” ucap Agus.
Saat melakukan panggilan video, Agus sengaja menunjukkan kepada LM.
Seketika LM lemas, sebab sosok laki-laki yang dicintainya ternyata tidak sesuai harapan.
LM lalu berkata jujur, sosok laki-laki itu dikenalnya di media sosial dan belum pernah bertemu.
Celakanya LM sudah kerap mengirim uang kepada sosok laki-laki itu.
Setelah sadar telah tertipu, LM bersedia dipulangkan ke Madiun.
Namun yang membuat petugas semakin bingung, ternyata LM juga sudah punya suami di Madiun.
“Sudahlah, begitu dia mau dipulangkan kami langsung gerak cepat. Gak mau ngurusi yang begituan lagi,” tegas Agus kepada TribunJatim.com.
Hal serupa juga dialami pekerja migran perempuan asal Kecamatan Pucanglaban, sebut saja Mawar.
Dia menjalin hubungan dengan seorang laki-laki asal Kecamatan Kedungwaru, yang dikenal lewat media sosial.
Mawar selalu mengirim uang hasil kerja di luar negeri kepada kekasihnya itu.
“Si laki-laki berjanji, selama tiga tahun uang kiriman itu akan jadi rumah,” tutur Agus.
Saat penjemputan kepulangan kemarin, sosok laki-laki kekasih Mawar sempat melakukan kecurangan.
Dia menyaru sebagai perangkat desa di Kecamatan Kedungwaru untuk menjemput Mawar.
Kecurangan ini terbongkar setelah perangkat desa yang asli datang ke Disnakertrans.
“Akhirnya Babinsa, Babinkamtibmas sama perangkat mencari keberadaan Mawar, terus dipulangkan ke Pucanglaban,” ujar Agus.
Mawar ditemukan di sebuah rumah yang dijanjikan oleh kekasihnya.
Namun setelah diselidiki, rumah itu ternyata dikontrak selama 3 tahun dari uang dikirim Mawar.
Bukan rumah baru dibangun, seperti yang dijanjikan kekasihnya.
“Jangan mudah percaya dengan kenalan di dunia maya. Banyak penipu yang mengincar,” tandas Agus.
Berita tentang Pekerja migran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tulungagung-kepulangan-pekerja-migran-ke-tulungagung.jpg)