Breaking News:

Berita Jatim

Serahkan Sertifikat Tanah Ponpes Lirboyo Kediri, Khofifah Ajak Pesantren Manfaatkan Program Trijuang

Serahkan sertifikat tanah Ponpes Lirboyo Kediri, Gubernur Jawa Timur Khofifah ajak pesantren memanfaatkan program Trijuang.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah bersama BPN Provinsi Jawa Timur bertandang ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, untuk serahkan sertifikat bidang tanah yang telah diterbitkan, Sabtu (22/5/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus menggalakkan sertifikasi untuk pondok pesantren, madrasah, sekolah, termasuk persil komplek pesantren.

Pasalnya, pemerintah sedang getol melaksanakan program Trijuang, yaitu sertifikasi bidang tanah gratis tanpa biaya. 

Masih dalam program tersebut, Gubernur Khofifah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur bertandang ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Sabtu (22/5/2021) malam. 

Bersama Kepala Perwakilan BPN Provinsi Jatim Jonahar, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan beberapa kepala organisasi perangat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, Khofifah menyerahkan sertifikat sebanyak 17 bidang tanah yang telah rampung dan diterbitkan, pada pengasuh dan pengurus pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Khofifah mengharapkan proses sertifikasi tanah di seluruh Jatim dapat rampung pada tahun 2024.

Hal ini berseiring dengan target Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa proses sertifikasi tanah di seluruh Indonesia akan rampung pada tahun 2025 mendatang. 

“Jika target nasional sertifikat tuntas pada tahun 2025, tetapi saya optimistis Kepala Perwakilan BPN Jatim bisa menuntaskan sertifikat di Jatim pada tahun 2024. Apalagi, di saat pandemi tahun 2020, Provinsi Jatim bisa mencapai target 100 persen," kata Khofifah.

Untuk itu, Khofifah terus mendorong Kanwil BPN Jatim untuk terus menaikkan target penyelesaian penerbitan sertifikat tanah dari tahun ke tahun. 

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah dan Menteri Sandiaga Uno Bertemu, Bahas Pilpres 2024? Ini Penjelasannya

Selain itu, secara khusus bagi tanah milik pondok pesantren, kediaman para kiai dan pengasuh yang seritifkat tanahnya belum ada, diharapkan segera diuruskan. 

“Jadi kepada seluruh pondok pesantren, kediaman kiai dan bu nyai, maupun pengasuh bisa dipercepat proses sertifikasi tanahnya," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPN Provinsi Jatim Jonahar menjelaskan, BPN Jatim bersama Gubernur Khofifah berjuang untuk menyelesaikan yang paling utama sertifikasi tanah pondok pesantren, madrasah, aset pemerintah daerah, serta seluruh tanah masyarakat agar bisa terselesaikan pada tahun 2024. 

“Semua pondok pesantren di Jatim direncanakan selesai pada tahun 2022. Dan malam ini kami serahkan sertifikat 17 bidang milik Ponpes Lirboyo telah tuntas sertifikat tanahnya," tuturnya. 

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved