Breaking News:

Berita Probolinggo

Polisi Sebut Pria Probolinggo yang Buron Tewas Murni karena Gantung Diri

Kasus kematian Ahmad Fauzi (27) tahanan curanmor yang gantung diri di dalam hutan menuai banyak teka-teki

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Rumah keluarga Ahmad Fauzi di Probolinggo 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kasus kematian
Ahmad Fauzi (27) tahanan curanmor yang gantung diri di dalam hutan menuai banyak teka-teki.

Masyarakat menilai kematiannya sangat berbeda dengan kasus gantung diri pada umumnya. Diduga sebelumnya pria spesialis curanmor itu sebelumnya sempat menerima aksi kekerasan.

Dugaan itu bukan tanpa sebab. Dari foto serta video yang beredar di masyarakat, anatomi tubuh Fauzi tewas bukan karena gantung diri. Kakinya menempel di tanah, mata tidak melotot, serta lidah tidak menjulur keluar mulut selayaknya seseorang tewas karena gantung diri.

Menanggapi desas-desus yang beredar,
Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riski Santoso menyatakan, bahwa kematian tahanan itu murni dengan cara menggantung diri di pohon dalam hutan dengan seutas tali. Bahkan, dari hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Fauzi. 

"Benar karena bunuh diri Lidah menjulur dan kemaluannya mengeluarkan air seni," katanya.

Diketahui, Fauzi kabur dari Mapolsek Kotaanyar saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas pada Sabtu (29/5).

Baca juga: Kejanggalan Pria Tewas Gantung Diri Pasca Kabur dari Tahanan, Keluarga Pilu, Kondisi Muka Kuak Fakta

Saat itu, ia diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Kotaanyar Aipda Febri untuk kepentingan pengembangan TKP lainnya.
Namun, di sela-sela penyedikan Fauzi kabur saat ditinggal oleh petugas.

"Tahanan yang melarikan diri dalam keadaan terborgol besi di pergelangan tangan dengan posisi borgol belakang," ujarnya.

Dua hari menjadi buron polisi akhirnya keberdaan Fauzi terbongkar. Pria yang pernah melakukan pencurian sepeda motor di 8 TKP ditemukan sudah tewas dengan keadaan tergantung di pohon.

Diduga, saat melakukan pelarian Fauzi langsung melakukan penyamaran. Sebab
kali pertama ditemukan jenazah Fauzi tidak mengenakan baju tahanan. Malahan dia memakai kemeja batik, kepalanya ditutup menggunakan kaos. Kemudian membawa sebongkah karung yang diselempangkan di punggung.

"Saat melarikan diri menggunakan baju tahanan. Namun saat gantung diri menggunakan baju batik diduga hasil mencuri jemuran warga. Untuk Baju tahanan ada dalam di karung yang di bawa jenazah. Sedangkan borgol disimpan di saku celana," pungkasnya.

Kumpulan berita Probolinggo terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved