Breaking News:

Berita Lumajang

BPBD Lumajang Bentuk Destana di Pesisir Antisipasi Potensi Tsunami 18 Meter

Pemerintah Kabupaten Lumajang membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 7 desa yang berada di kawasan pesisir pantai selatan

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Persiapan BPBD Lumajang antisipasi potensi gempa dan tsunami 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 7 desa yang berada di kawasan pesisir pantai selatan.

Adapun desa itu yakni Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir, Desa Selok Awar-Awar, Desa Selok Anyar dan Desa Bades Kecamatan Pasirian serta Desa Tegalrejo dan Desa Bulurejo Kecamatan Tempursasi.

Sementara dalam materi destana warga dilatih dan diedukasi bagaiamana caranya mengantisipasi maupun mengevakusi diri dari bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, mitigasi bencana dilakukan sebab para ahli telah mengkaji kawasan pesisir pulau Jawa rawan terjadi gempa bumi, yang berpotensi tsunami setinggi 18 meter.

“Ada ratusan desa sebetulnya yang sudah terbentuk destana. Tetapi khusus untuk bencana tsunami ada sekitar 7 desa saja. Idealnya memang seluruh desa harus terbentuk. Tetapi kami sekarang sedang merefresh mereka dan melakukan sosialiasi supaya dapat melakukan langkah-langkah yang tepat ketika benar terjadi,” katanya.

Menurutnya, selain membekali warga dalam mengantisipasi bahaya bencana, pihaknya juga memasang rambu-rambu jalur evakuasi di sejumlah desa.

Baca juga: Antisipasi Gempa 8,7 SR dan Tsunami 29 Meter di Jatim, Mensos Risma Terjunkan Staf Kemensos

Sebab, ketika tsunami benar-benar terjadi warga harus berada di lokasi aman, minimal 20 meter dari permukaan laut.

Sementara dijelaskan Indra, kawasan pesisir selatan Jawa berpotensi tsunami
karena dua lempengan di bawah pulau jawa ini mulai jenuh. Artinya, dua lempengan yang bertemu itu tidak memiliki ruang lagi untuk bergerak.

“Kapan waktu terjadi (tsunami) tidak ada yang tahu, tetapi saat ini kami tengah melakukan persiapan supaya dampak bencana bisa diminimalisir,” pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved