Berita Sidoarjo

Pendangkalan Sungai Ganggu Pengairan Pertanian di Sidoarjo, Wabup: Perlu Normalisasi

Aliran air untuk pertanian di Sidoarjo mengalami gangguan di musim kemarau ini. Utamanya akibat terjadinya pendangkalan di puntu air Porong dan ditemu

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/M Taufik
Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan sidak dan memantau aliran sungai dari pintu air Perbatasan Mojokerto sampai ke Pintu Air di Jabon, Jumat (4/6/2021). 

Reporter: M Taufik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Aliran air untuk pertanian di Sidoarjo mengalami gangguan di musim kemarau ini.

Utamanya akibat terjadinya pendangkalan di pintu air Porong dan ditemukannya keramba ikan milik warga di Desa Kedung Cangkring, Jabon.

Kondisi itu ditemukan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan sidak dan memantau aliran sungai dari pintu air Perbatasan Mojokerto sampai ke Pintu Air di Jabon, Jumat (4/6/2021).

Dalam sidaknya, Subandi bersama pejabat dari Dinas PU BMSDA dan Dinas Pertanian melihat langsung debit air yang mengecil. Sehingga pasokan air untuk pertanian menjadi berkurang. Apalagi di musim kemarau ini.

“Perlu normalisasi aliran air di pintu air Porong yang mengalami pendangkalan ini. Selain itu, juga dibutuhkan normalisasi sungai dengan menerjunkan alat berat di sepanjang aliran sungai Porong dan Jabon,” kata Subandi.

Dia memerintahkan Dinas PU BMSD dan Dinas Pertanian bergerak cepat. Supaya petani yang membutuhkan air di musim kemarau ini tidak sampai kekurangan. “Jangan sampai terjadi gagal panen gara-gara ini. Kasihan petani,” ujarnya.

Secepatnya, Wabup memerintahkan agar Dinas PU BMSDA segera mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi. Mengeruk atau menyelesaikan pendangkalan yang terjadi di sepanjang aluran sungai Porong dan Jabon.

Di sela sidak itu, Subandi juga melihat adanya peninggian areal persawahan di Porong yang dianggap memicu aliran air menjadi kurang ke muara.

Pihaknya pun meminta persoalan ini segera diselesaikan. Mungkin dengan cara alternativ, seperti memberikan pompa air atau sebagainya, supaya debit air bisa mengalir ke areal persawahan.

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan adalah keberadaan keramba ikan milik warga di aliran sungai Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon. Keramba ikan itu dirasa juga ikut menghambat saluran air menuju muara.

“Ini juga harus segera ditertibkan,” tegasnya.

Subandi meminta petani untuk selalu membangun komunikasi yang baik dengan Dinas PU BMSDA dan Dinas Pertanian, agar permasalahan yang dihadapi bisa terselesaikan dengan baik. Termasuk urusan pengairan dan sebagainya.

“Komunikasi harus dijalin dengan baik, kalau ada masalah diselesaikan bersama. Jangan sampai ada gesekan antara satu dengan lainnya, yang itu justru akan merugikan kita semua,” pesannya.

Di akhir sidaknya, Wabup Subandi kembali mewanti-wanti kepada Dinas PU BMSDA dan Dinas Pertanian untuk segera menindaklanjuti temuan sidak ini.

Yakni melakukan normalisasi sungai, agar aliran air ke area pertanian bisa lancar saat musim kemarau ini.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved