Berita Lamongan

Covid-19 Klaster Hajatan di Sidodowo Lamongan, Dinkes Sebut Masih Terkendali

Klaster Sidodowo yang membuat lonjakan kasus Covid -19 di Lamongan Jawa Timur beberapa hari sebelumnya dinilai masih terkendali oleh Kepala Dinas Kese

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Hanif Manshuri
Forkopimda menyerahkan bantuan untuk warga Sidodowo. 

Reporter: Hanif Manshuri I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Klaster Sidodowo yang membuat lonjakan kasus Covid -19 di Lamongan Jawa Timur beberapa hari sebelumnya dinilai masih terkendali oleh Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik Hidayat.

Terkendalinya kasus di Lamongan tidak terlepas dari upaya baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri melalui Satgas Covid 19 dandukungan masyarakat.

"Setelah diketahui lonjakan kasus Covid -19 di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Satgas Covid -19 segera bertindak cepat, " kata dr Taufik Hidayat yang juga Koordinator Bidang Preventif Promotif Satgas Penanganan Covid -19 Lamongan, Rabu (9/6/2021).

Rapat terbatas antara Bupati Yuhronur Efendi, Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono, dan Kapolres AKBP Miko Indrayana dilakukan dan segera melakukan peninjauan ke lapangan di hari yang sama.

Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan PPKM Mikro dilakukan keesokan harinya.

Menurut Taufik, selama penyekatan dan isolasi sejak 4 Juni, kebutuhan sembako untuk masyarakat dicukupi. Vitamin dan obat-obatan juga disediakan.

Gerak cepat  itu tidak terlepas dari upaya baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri melalui Satgas Covid -19 dan dukungan masyarakat.

"Alhamdulillah atas kerjasama semua pihak baik TNI, Polri, Satpol PP, tenaga kesehatan dan tentunya dukungan masyarakat yang tetap mematuhi penyekatan dan melakukan isolasi klaster Sidodowo ini terkendali sehingga saat ini Lamongan telah masuk pada zona kuning kembali,” kata Taufik.

Selama lockdown, masih kata Taufik, 225 personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP dikerahkan ke Desa Sidodowo yang diikuti dengan tenaga kesehatan dan ambulance untuk untuk melakukan pengobatan massal bagi masyarakat.

Selain itu, tracing juga dilakukan dan penyekatan di perbatasan Desa Sidodowo dengan daerah lain diperketat untuk menekan penyebaran Covid -19.

Dalam Apel Gelar Pasukan kemarin, Bupati juga telah memberikan instruksi untuk terus mengoptimalkan satgas di desa-desa, PPKM Mikro terus dikuatkan, jangan sampai menurun, tidak boleh kendor, penyekatan juga harus dilakukan secara masif.

"Kita lakukan pencegahan dini agar tidak lagi terjadi peningkatan," katanya.

Dari data yang dihimpun sampai dengan 8 Juni pukul 19.00, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh Lamongan bertambah 8 orang, sembuh 2 orang dan meninggal 2 orang.

Sehingga kasus aktif bertambah 4 orang menjadi total aktif 47 orang.

Sementara untuk mengindari kerumunan, pengobatan warga yang dilakukan ke Desa Sidodowo dilakukan secara door To door.

Selain pengobatan, kegiatan door to door ini dilakukan sembari membagikan bantuan pangan, masker dan pemberian vitamin.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved