Breaking News:

Berita Kabupaten Mojokerto

Diperta dan Balitbangtan Kementan RI Tanam 5 Varietas Padi Pakai Metode Jarwo di Mojokerto

Dinas Pertanian (Diperta) dan Balitbangtan Kementerian Pertanian RI tanam 5 varietas padi pakai metode jarwo di Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam kegiatan tanam padi perdana Demonstran Usaha Petani (Demfarm) varietas bibit unggul di persawahan Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jumat (11/6/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian RI melakukan tanam padi perdana Demonstran Usaha Petani (Demfarm) varietas bibit unggul di areal persawahan Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Adapun, lima varietas padi yang ditanam di antaranya jenis Inpari IR Nutri Zinc yang dikenal tahan stunting tanaman, Pamelen atau Padi Merah Pulen, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 45 Dirgahayu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Catur Hermanto, dan Forkopimda setempat, Jumat (11/6/2021).

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Catur Hermanto mengatakan, beragam varietas bibit padi ini nantinya akan ditanam di lahan pertanian pada kurang lebih 7,5 hektare.

“Ragam varietas ini akan ditanam menggunakan metode tanam jajar legowo (Jarwo) karena metode ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen kurang lebih 30 persen, dibanding yang tidak menerapkan,” jelasnya, Jumat (11/6/2021).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menuturkan, pihaknya mengapresiasi inisiatif Demfarm sebagai upaya pemerintah daerah untuk peningkatan produksi pertanian. Sehingga para petani dapat mengaplikasikan metode penanaman padi sesuai hasil identifikasi lahan dan suplai ketersediaan air di lahan tersebut.

“Lakukan pemetaan skala prioritas kita lihat dulu sawah mana saja yang dapat ditanami dengan inovasi ini, sehingga nanti kalau memerlukan irigasi dan teknis lain dapat dikomunikasikan dengan PUPR ataupun dinas terkait lainnya,” ungkapnya.

Baca juga: Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga Kunjungi Bondowoso, Pastikan SRG Besuk Berjalan Optimal

Ikfina menjelaskan, hasil produksi pertanian kini dapat dimanfaatkan dalam program Kementerian Perdagangan sistem resi gudang (SRG). 

Apalagi, SRG diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani seperti memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan dan sarana tunda jual untuk perdagangan komoditas. 

Banyak komoditas yang dapat diresigudangkan misalnya, gabah, beras, jagung, bawang merah, gula, garam dan beberapa komoditas lainnya. 

“SRG menjadi salah satu solusi agar hasil panen tidak terjual murah karena biasanya jika hasil panen berlimpah harganya menjadi murah, di SRG inilah ada fungsi tunda jual,” ucap Ikfina.

Berita tentang Kabupaten Mojokerto

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved