Berita Malang
Upaya Universitas Brawijaya (UB) mewujudkan World Class University
Universitas Brawijaya (UB) melakukan berbagai langkah UB untuk mewujudkan World Class University
Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Brawijaya (UB) melakukan berbagai langkah UB untuk mewujudkan World Class University.
Di antaranya adalah mendukung peningkatan riset dan inovasi melalui Badan Inovasi dan Inkubator Bisnis yang diberi nama Brawijaya Research and Innovation (BRAIN) sebagai platform riset dan inovasi UB.
Platform ini untuk menghimpun seluruh data riset dan inovasi milik mahasiswa, dosen, maupun alumni UB.
UB juga kerja sama dengan pihak lain, baik pemerintahan, perusahaan, atau sesama perguruan tinggi.
Misalnya kerja sama dengan PT Biofarma dan menghasilkan produk kit deteksi dini untuk pasien Diabetes Melitus Tipe 1 sebagai produk unggulan Laboratorium Biosains.
Saat ini UB termasuk perguruan tinggi yang masuk dalam 10 besar terbaik dalam klasterisasi DIKTI.
UB memiliki 33 program studi yang sudah terakreditasi dan tersertifikasi internasional.
Capaian UB juga terekognisi oleh berbagai lembaga pemeringkatan internasional.
Ketua Pemeringkatan Internasional Adharul Muttaqin, ST, MT menyampaikan UB berada pada peringkat 1001+ dunia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2021 dan QS World University Ranking 2021.
UB menduduki peringkat 401+ di Asia, atau posisi ke-6 perguruan tinggi di Indonesia pada versi THE World University Rankings.
Ada lima pilar yang menjadi indikator, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), sitasi (citation), industry income, dan international outlook.
Adharul menjelaskan Industry Income merujuk pada jumlah dana yang telah diterima UB terkait penelitian dan hilirisasi yang sudah dilakukan UB.
Sedangkan International Outlook adalah perspektif Internasional memandang kualitas dan mutu UB.
Kualitas dan mutu tersebut dilihat dari dosen, kolaborasi atau kerja sama internasional, publikasi, dan ketertarikan mahasiswa internasional untuk belajar di UB.
"Semakin banyak jejaring yang dibuat dengan partner internasional, akan semakin meningkatkan apresiasi sehingga mereka tertarik datang ke UB," ungkapnya.
Tujuh bidang ilmu di UB berhasil masuk top ranking THE World University Ranking 2021 by Subjects, yaitu ranking 601+ dalam bidang Business and Economics, ranking 601+ dalam bidang Clinical, Pre-Clinical, and Health, ranking 801+ dalam bidang Computer Science, ranking 1001+ dalam bidang Engineering and Technology, ranking 801+ dalam bidang Life Sciences, ranking 1001+ dalam bidang Physical Sciences, dan ranking 601+ dalam bidang Social Sciences.
"Dengan masuknya tujuh subjects tersebut, artinya sistem pembelajaran atau akademik di UB beserta penelitian atau inovasi yang dihasilkan sudah terekognisi internasional," ujar dosen Teknik Elektro ini.
Lembaga pemeringkatan juga menempatkan UB pada posisi 301-400 THE Impact ranking 2021.
Pemeringkatan ini melihat kepedulian dan konstribusi perguruan tinggi dalam menyukseskan program-program SDGs (Sustainable Development Goals).
THE mengukur aspek akademik, publikasi, inovasi, dan kegiatan perguruan tinggi untuk mendukung 17 goals pada SDGs.
Pada edisi 2021 ini, UB menunjukkan partisipasinya pada seluruh 17 goals yang ada, bahkan empat di antaranya berada pada top 200 yaitu No Poverty, Zero Hunger, Life Below Water, dan Life on Land.
Sementara itu, dalam versi QS World University Ranking 2022, ada 16 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan.
Pada pemeringkatan ini, UB berada pada ranking 1001-1200 dunia bersama dengan tiga perguruan tinggi lainnya.
Indikator QS World University Ranking meliputi reputasi akademik, reputasi dosen, citation per faculty, rasio dosen terhadap mahasiswa, international faculty, dan international students.
"Jika satu saja aspek tersebut tidak terpenuhi, UB tidak akan bisa masuk pada pemeringkatan ini. Perguruan tinggi di Jawa Timur yang masuk dalam pemeringkatan ini hanya UB, UNAIR, dan ITS," katanya.
Sama halnya dengan Times Higher Education, QS World University Ranking juga merilis peringkat by Subject, di mana UB menduduki peringkat 301-350 pada bidang Agriculture and Forestry, dan peringkat 501-550 pada Business and Management Studies.
UB unggul dalam pemeringkatan Webometrics dan 4ICU, yaitu posisi 5 perguruan tinggi di Indonesia versi Webometrics 2021, dan posisi 6 pada pemeringkatan 4ICU oleh Uni Rank pada tahun 2021.
Pemeringkatan webometrics dinilai berdasarkan aktivitas yang terekam di internet, dengan tiga indikator yaitu web content impact atau visibility, opennes atau transparency, serta excellence atau publikasi. Sedangkan untuk 4ICU penilaiannya berbasis traffic web atau web metrics.
Adharul berharap dengan melihat berbagai indikator penilaian pemeringkatan perguruan tinggi, UB dapat lebih mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik potensi mahasiswa atau dosen yang besar.
"Dengan sumber daya yang besar yang dimiliki UB, diharap jumlah penelitian dan kerja sama dapat ditingkatkan, sehingga UB dapat semakin dikenal dan dapat meningkatkan reputasi UB," terangnya.
Kumpulan berita Malang terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/banyaknya-mahasiswa-asing-universitas-brawijaya-menjadi-indikator.jpg)