Berita Sidoarjo
Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Sidoarjo Menipis, Dari 19 Rumah Sakit Tersisa Delapan Persen Saja
Ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di Sidoarjo makin menipis, dari 19 rumah sakit tersisa delapan persen saja. Sudah terisi sekitar 92 persen.
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Reporter: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Penyebaran Covid-19 (virus Corona) di Sidoarjo terus meningkat.
Semakin hari, jumlah pasien juga terus bertambah, sampai ruang-ruang perawatan yang telah disediakan untuk pasien Covid-19 di Sidoarjo pun semakin menipis.
Padahal, beberapa waktu lalu baru saja ditambah rumah sakit rujukan untuk Covid-19.
"Sebelumnya ada 11 rumah sakit, sudah kita tambah jadi 19 rumah sakit. Dan sekarang semua sudah menipis," kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Senin (28/6/2021).
Dari total kapasitas ruang perawatan di 19 rumah sakit itu, hanya tersisa delapan persen saja. Alias sudah terisi sekitar 92 persen.
"Begitu rumah sakit rujuan tambahan dibuka, pasien langsung berdatangan. Karena virus ini begitu cepat menyebarnya," lanjut Dokter Syaf.
Bahkan, beberapa rumah sakit sudah penuh dan terpaksa menolak pasien. Seperti yang terjadi di RSI Siti Hajar.
IGD dan semua ruang perawatan untuk pasien Covid-19 sudah penuh. Semua bed terisi, sehingga pihak rumah sakit tidak bisa lagi menerima pasien baru.
"Penuh semua, termasuk di IGD juga. Sudah tidak bisa lagi menerima pasien," ujar seorang dokter di RSI Siti Hajar, Senin (28/6/2021) petang.
Termasuk di tempat isolasi, bed dan fasilitasnya juga semua sudah menipis.
Baca juga: Polresta Sidoarjo Akan Buka Gerai Vaksin Covid-19 di Semua Polsek Jajaran dan Satpas Naungan
Karena itu, Dinkes Sidoarjo bersiap membuka tempat isolasi lagi di kawasan Sedati.
Rencananya, pemerintah memanfaatkan Puskesmas lama untuk fasilitas itu.
"Sedang disiapkan, rencananya Puskesmas lama di Sedati itu dipakai untuk tempat isolasi pasien Covid-19. karena di rumah sakit rujukan semua sudah menipis kapasitasnya," ungkap Syaf Satriawarman.
Dia menyebut, penyebaran virus ini cepat sekali, bahkan mematikan. Namun ketika ditanya apakah itu varian baru atau lainnya, Syaf mengaku belum bisa memastikan.
"Belum bisa kita pastikan, apakah varian baru atau tidak, karena hasil lab belum ada. Tapi dari kondisinya terlihat mirip-mirip dengan varian baru itu," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kapasitas-rsud-sidoarjo-untuk.jpg)