Berita Madura

Belajar dari 3 Kecamatan di Bangkalan yang Bebas dari Zona Merah, Warga Isoman Jadi Perhatian

Awal Juni 2021, perhatian nasional tertuju kepada Kabupaten Bangkalan setelah lonjakan kasus Covid-19 menerjang Kecamatan Arosbaya kemudian merembet

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Terbebasnya Kecamatan Arosbaya dari kubangan zona merah tidak membuat Tim Satgas Penanganan Covid-19 mengendurkan sosialiasi penerapan disiplin protokol kesehatan, operasi yustisi di ruas jalan dan pasar, hingga penyemprotan cairan disinfektan di perkampungan padat rumah warga 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Ahmad Faisol 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Awal Juni 2021, perhatian nasional tertuju kepada Kabupaten Bangkalan setelah lonjakan kasus Covid-19 menerjang Kecamatan Arosbaya kemudian merembet ke Kecamatan Kota, Klampis, Geger, hingga Sepulu. Penyekatan sekaligus rapid test antigen sempat diberlakukan bagi para pelintas di pintu Jembatan Suramadu sisi Bangkalan-Surabaya untuk menekan laju penyebaran.

Kala itu dalam dua minggu terakhir, seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, Senin (7/6/2021), lonjakan angka positif Covid-19 menyentuh angka 197 orang dengan angka kematian mencapai 34 orang. Padahal dua minggu sebelumnya, tambahan kasus positif terkonfirmasi hanya berada di angka 7 orang.

Keesokan harinya, hasil pemeriksaan dengan swab PCR terhadap para tenaga kesehatan puskesmas jajaran disampaikan Sudiyo, tercatat sebanyak 50 kasus positif terkonfirmasi dan 26 tenaga kesehatan dari RSUD Syamrabu. Total sebanyak 76 tenaga kesehatan dinyatakan positif terkonfirmasi. Termasuk tiga tenaga kesehatan yakni dokter, bidan, dan perawat yang meninggal.

Kondisi itu lantas mengantarkan Bangkalan kembali ke kubangan zona merah setelah sempat persiapan menuju zona kuning. Tracing atau penelusuran melalui dua unit mobil PCR milik propvinsi Jawa Timur pun diturunkan ke Kecamatan Arosbaya dan Klampis, gelar rapid antigen masal, serbuan vaksinasi, hingga mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.  

Setelah hampir satu bulan berjibaku dengan ledakan Corona, kini Kecamatan Kota, Arosbaya dan Kecamatan Klampis termasuk Kecamatan Socah pada update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan terhitung mulai Senin (28/6/2021) hingga Selasa (29/6/2021) kembali ke zona orange. Masyarakat beserta para petugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan  Covid-19 Kabupaten Bangkalan mulai bernafas lega.

Baca juga: Sambut HUT Bhayangkara, Polrestabes Surabaya Ajak Warga Surabaya Vaksinasi di Kantor Polisi

“Kini alhamdulillah mulai berangsur normal. Aktifitas di pasar mulai terlihat kendati tidak seramai sebelum ada lonjakan Covid-19,” ungkap Anang Sudarto (46), warga Desa/Kecamatan Arosbaya ketika ditemui Surya di Kandang Kopi, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, Selasa (29/6/2021).

Ia mengatakan, kondisi Kecamatan Arosbaya dalam 2 hingga 3 minggu sebelumnya sangat mencekam. Informasi warga meninggal melalui pengeras suara mushala dan masjid terdengar sejumlah 3 hingga 4 orang setiap hari.

Ledakan kasus Covid-19 setelah Hari Raya Idul Fitri menyisakan pilu bagi Anang. Ibu, paman berikut anak dan menantu dari pamannya dinyatakan positif terkonfirmasi. Keduanya dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Paman akhirnya meninggal dunia, anak dan menantunya tertular hingga positif terkonfirmasi. Sedangkan ibu saya sembuh dan hingga sekarang masih menjalani isolasi mandiri setelah selama 20 hari dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Berangkat dari derita keluarganya, Anang yang tergabung dalam Forum Arosbaya Bersatu (FAB) terpanggil untuk menggencarkan sosialisasi patuh protokol kesehatan kepada masyarakat di desanya. Bahkan ia bergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Arosbaya.  

Menurut Anang, kegiatan penelusuran (tracing) yang dilakukan Satgas Penangan Covid-19 hingga ke rumah-rumah warga menuai hasil. Kendati dalam pelaksanaan tracing mendapat penolakan dari sejumlah warga karena diawali dengan minimnya sosialisasi.

Saat ini, lanjutnya, semua masyarakat di Kecamatan Arosbaya sudah paham akan pentingnya memakai masker bahkan di kawedanan sendiri, kegiatan vaksinasi, rapid test antigen, hingga swab PCR secara gratis setiap hari ada di puskesmas.

“Masyarakat mulai sadar setelah sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Camat Klampis, Abdul Malik. Kembali Kecamatan Kampis ke zona orange tidak lepas dari meningkatnya peran serta masyarakat yang turut penduli akan pentingnya pemeriksaan sejak dini melalui rapid test antigen, swab PCR, hingga vaksinasi.

“Masyarakat mulai berdatangan ketika melihat para tetangga sudah mulai berani di-rapid, swab PCR, hingga vaksin. Mereka mulai sadar bahwa pemeriksaan sejak dini adalah menguntungkan, keluarga di rumah tidak menjadi korban,” ungkap Malik kepada Surya.

Ia memaklumi pada awalnya ketakutan masyarakat dikarenakan terbawa isu-isu hoaks yang disebar di media sosial tentang Covid-19, pencegahan, hingga penangannya. Namun perlahan, pemahaman mayoritas masyarakat mulai bergeser.

Bahkan ketika beberapa warga dinyatakan reaktif rapid test antigen dan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, lanjut Malik, beberapa warga turut aktif memantau bersama kepala desa, babhinsa (TNI), dan babhinkamtibmas (Polri) yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Desa.

“Kepala desa yang paling dekat dengan warga, menanyakan kebutuhan-kebutuhan warganya yang tengah isolasi mandiri. Selain dipenuhi kebutuhan makanan, ada juga bantuan vitamin dari dinas kesehatan,” papar Malik.

Ia memaparkan, saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 jumlah positif terkonfirmasi di Kecamatan Klampis nyaris menyentuh angka 200 orang. Saat ini menyisakan sejumlah 108 orang, 37 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri di rumah dan sisanya berada di gedung-gedung isolasi separti Balai Diklat di Kota Bangkalan dan di rumah sakit.

“Berkurang dan terus berkurang. Sebelumya, mobilitas mobil ambulan melintas di depan kantor kecamatan sangat tinggi. Kalau ke barat (ke Kota Bangkalan), itu berarti mengirim pasein ke rumah sakit. Kalau kembali ke timur, itu berarti gagal (meninggal dunia),” pungkasnya.

Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, Polres berseta Kodim 0829 serta Pemkab Bangkalan sudah satu frekuensi dengan Pemerintah Pusat terkait upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan setiap dua hari sekali melaporkan melalui rapat koordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur terkait apa yang sudah dilakukan dan kegiatan yang sedang dilakukan.

“Sehingga ada evaluasi di masing-masing daerah yang dianggap sebagai episentrum. Apa yang menjadi atensi Pemerintah Pusat sudah kami tindaklanjuti. Mulai dari peningkatan operasi yusitisi, penebalan dalam penarapan PPKM Mikro dan juga pemberlakuan jam malam untuk warung dan rumah makan,” ungkap Ra Latif.

Terlepasnya Kecamatan Kota, Arosbaya, Klampis, dan Socah dari cengkeraman zona merah masih menyisakan pekerjaan berat bagi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Pasalnya zona merah kini merangsek ke Kecamatan Geger dan Tragah, bergabung bersama Kecamatan Sepulu dan Burneh yang masih bertahan dalam kubangan zona merah.

Dalam update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan hingga Selasa (29/6/2021), total pasein positif terkonfirmasi menyentuh angka 3.402 orang atau bertambah sejumlah 67 orang. Sedangkan total pasein sembuh mencapai 2.066 orang atau bertambah 86 orang dari sehari sebelumnya. (edo/ahmad faisol)

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved