Breaking News:

Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi di Masa Transisi Energi, PGN Dukung Target Penurunan Emisi Energi 2035

Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina, optimis meraih prospek pemanfaatan gas bumi nasional

Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Petugas Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) 

Hal ini menjadi prospek ke depan, khususnya opportunity gas supply di Jawa Bagian Selatan.

Heru melanjutkan, penyaluran gas ke Kilang Pertamina juga akan dilakukan di TPPI Tuban dan Kilang RU V Balikpapan.

PT Pertagas dengan KPI telah bekerjasama dalam rangka Penyediaan Fasilitas Penyaluran Gas untuk Kilang RU V Balikpapan, saat ini sedang dibangun pipa oleh Pertagas kurang lebih 72 kilometer. Nanti kemungkinan berubah, bisa jadi akan lebih banyak menggunakan LNG dan beyond pipeline.

Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz menambahkan bahwa PGN menyediakan gas bumi dengan volume yang cukup besar ke Kilang Balongan sehingga di Kilang Balongan terjadi efisiensi energi.

Selain itu, PGN juga sudah mulai menyuplai gas ke industri Pupuk Kujang ±25 BBTUD yang kemungkinan akan bertambah volume penggunaan gasnya.

“PGN diminta untuk menyuplai gas di kawasan industri. Sudah dilakukan HOA dengan KI Kendal dan KIT Batang yang juga menjadi opportunity yang bagus,” ujar Faris.

Faris pun sependapat bahwa prospek positif bisnis gas ke depan juga dipengaruhi oleh perubahan kebutuhan akan energi di mana dunia menginginkan energi yang bersih dan ramah lingkungan. Era dekarbonisasi nantinya harus difokuskan salah satunya dengan peningkatan penyaluran gas.

“Kebutuhan gas sebagai energi bersih masih tinggi sampai tahun 2035. Dalam jangka waktu 15 tahun ke depan adalah masa-masa yang harus kita fokuskan pada energi gas dengan mengoptimalkan sumber-sumber gas yang ada saat ini dan memberikan layanan terbaik untuk menciptakan kenyamanan masyarakat dalam menggunakna gas bumi,” ujar Faris.

Dalam rangka penurunan tingkat Global Warming, sehingga perlu perubahan menuju green energy. Proses jangka panjangnya diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti kebijakan dari pemerintah untuk penggunaan energi terbarukan, penguasaan teknologi, kemampuan pengelolaan energi terbarukan, dan social acceptance terhadap penggunaan green energy.

“Subholding gas telah diberikan tanggung jawab oleh Holding Migas Pertamina bahwa kita menjadi pengelola satu-satunya gas di Indonesia. PGN memiliki RJPP yang dijadikan basis pengembangan bisnis ke depan. Masa transisi dari fosil fuel ke gas menjadi langkah yang positif, harapannya PGN sebagai Subholding Gas dapat memberikan andil yang besar,” tutup Faris.

Berita tentang PGN

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved