Berita Surabaya

Tarif Cukai Rokok Naik, Anggota DPR RI: Jangan Naikkan Berdasarkan Roadmap Bloomberg

Tarif cukai rokok yang naik lagi di 2021 ini mendapat banyak kontra dari berbagai pihak.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
Salah satu hasil olahan industri tembakau, rokok. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tarif cukai rokok yang naik lagi di 2021 ini mendapat banyak kontra dari berbagai pihak.

Tak terkecuali oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI .

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan cukai hasil tembakau memang jadi salah satu pilar penerimaan negara yang penting.

Pria kelahiran Pasuruan itu menilai, menaikkan tarif cukai yang dilakukan dengan orientasi penerimaan negara semata bisa membuat kontraksi industri tembakau secara keseluruhan.

Dampak yang paling mudah dilihat, katanya, adalah penurunan produksi yang sudah terlihat saat ini.

Menurut dia, seharusnya dalam mengatasi permasalahan ini solusinya perlu ada roadmap Industri Hasil Tembakau (IHT) .

“Dengan adanya roadmap IHT atau teknik perencanaan yang fleksibel untuk mendukung perencanaan strategis dan jangka panjang maka ini bisa jadi solusi," ujar Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar itu, dalam siaran tertulis yang dikirim ke TribunJatim.com, Kamis (1/7/2021) .

Hal itu disampaikan saat dialog virtual membahas isu kenaikan CHT, dan  rencana simplifikasi dan dampaknya terhadap Industri Hasil Tembakau di Indonesia.

Selain Misbakhun, narasumber lain yang hadir adalah Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (GAPERO), Sulami Bahar, Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan, dan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati.

Misbakhun menambahkan, roadmap IHT yang dimaksud adalah yang komprehensif sesuai dengan situasi dan melibatkan seluruh stakeholder dalam negeri.

"Bukan malah seperti menaikkan tarif cukai tahun 2020 yang berlandaskan roadmap Bloomberg,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved