Breaking News:

Berita Kota Kediri

PMII Kediri Ajak Wali Kota Abdullah Abu Bakar Berkolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri ajak Wali Kota Abdullah Abu Bakar untuk berkolaborasi menangani pandemi Covid-19.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri melakukan audiensi dengan Forkompinda Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Jumat (30/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar didampingi Forkopimda Kota Kediri menerima audiensi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Jumat (30/7/2021).

Pertemuan diisi dengan diskusi dua arah dan dengan suasana yang terasa begitu hangat.

Kedatangan PMII ini dalam rangka ingin ikut berkontribusi dengan WA Pemerintah Kota Kediri dalam penanganan Covid-19 (virus Corona) di Kota Kediri.

Mendengar hal tersebut, Abdullah Abu Bakar bersama forkopimda menyambut baik dan mengapresiasi PMII Kediri.

Ke depan, pihaknya bersedia mengajak dan mengikutkan PMII dalam hal-hal teknis terkait upaya penanganan Covid-19. Seperti input data, penyaluran bantuan si Jamal dan lainnya.

Mengawali audiensinya, Abdullah Abu Bakar memaparkan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam penanganan Covid-19.

Mulai dari penanganan di sektor hulu seperti pengendalian mobilitas, penyekatan dan pengendalian arus, percepatan vaksinasi Covid-19, tracing dan testing.

Sedangkan di sektor hilir, upaya yang dilakukan yaitu penanganan warga isolasi mandiri (isoman), penyediaan ruang isolasi terpusat, penambahan tempat tidur di rumah sakit, menjaga ketersediaan oksigen dan obat, serta pemberian bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun dari Pemerintah Kota Kediri.

“Saya bersama forkopimda mengambil kebijakan pentingnya pengendalian di sektor hulu hingga hilir. Sektor hulu harus ditangani agar sektor hilir tidak meluber. Dan ketika sektor hilir kita kendalikan, maka BOR (ketersediaan tempat tidur) masih sisa dan apabila ada warga kita yang sakit masih ada tempat untuk ditempati,” jelasnya.

Baca juga: RS Kota Kediri Nyaman, Wali Kota Mas Abu: Terpapar Covid-19 Tak Perlu Takut Isolasi di Rumah Sakit

Sementara penanganan dampak ekonomi juga dilakukan dan sudah berjalan lama. Selain itu koordinasi dengan lurah, camat, puskesmas, dan rumah sakit juga dilakukan setiap pagi dalam diskusi Kopi Paid.

“Kita membuat monitoring dengan perusahaan untuk menghindari PHK (pemutusan hubungan kerja), lalu ada Kredit Usaha Melayani Warga Kota Kediri (Kurnia) yang bunganya sangat kecil. Kita juga membebaskan denda keterlambatan pajak. Supaya mindset kita sama, kita adakan juga koordinasi setiap pagi untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMII Kediri, M Eko Zuliyanto, menyampaikan terima kasih dan berharap dari pertemuan tersebut akan menghasilkan kolaborasi yang baik.

Dia mengatakan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan ingin ikut membantu proses penanganan pandemi Covid-19. Serta meyakini jika elemen mahasiswa dirangkul untuk bekerja bersama, maka pandemi bisa segera teratasi.

“Harapan kami ingin berperan menanggulangi itu semua. Selanjutnya mungkin bisa kita rancang hal apa yang mungkin bisa menjadikan angka Covid-19 ini segera turun di Kota Kediri. kita punya semangat, pikiran, tenaga, yang mungkin bisa membantu,” terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved