Breaking News:

Berita Probolinggo

Satgas Covid-19 Probolinggo Serahkan Persoalan Pembongkaran Peti ke Polisi

Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menyerahkan persoalan penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 secara protokol kesehatan di Desa Tigasan

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar proses pembongkaran paksa jenazah pasien COVID-19 di Probolinggo 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menyerahkan persoalan penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 secara protokol kesehatan di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo kepada kepolisian. 

Polisi bakal menulusuri siapa dalang atau provokator di balik munculnya aksi tersebut. 

"Saat ini, pihak kepolisian (Polsek Leces) sudah memproses persoalan ini," kata Koordinator Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto kepada Surya melalui sambungan telepon, Senin (9/8). 

Ia menjelaskan, selain itu pihaknya bakal melakukan tracing pada keluarga dan warga yang kontak erat dalam peristiwa pembongkaran peti jenazah ini. 

"Hal itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," jelasnya. 

Menurut Ugas, munculnya aksi penolakan terjadi disebabkan keluarga masih menganggap bila Covid-19 adalah aib. Mereka khawatir jadi bahan perbincangan warga lain dan didiskriminasi. 

"Kami akan bekerjasama dengan tokoh masyarakat termasuk tokoh desa, RT dan RW untuk membantu mengedukasi dan menyampaikan perihal prosedur pemakaman jenazah pasien Covid-19," terangnya.

Baca juga: Keluarga di Probolinggo Bongkar Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19, Awalnya Setuju Dimakamkan Prokes

'Yang tak kalah penting, masyarakat diimbau patuhi protokol kesehatan 5M. Sebab, Covid-19 varian delta lebih cepat menyebar. Angka kasus konfirmasi dan kematian juga masih tinggi," imbuhnya. 

Diberitakan sebelumnya, Proses pemakaman jenazah seorang pasien covid-19, di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo berakhir ricuh. 

Pihak keluarga menolak bila jenazah dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Mereka lantas membongkar paksa peti jenazah  dengan arogan. 

Peristiwa ini sempat direkam lewat kamera ponsel oleh sejumlah warga dan dibagikan di media sosial. (nen) 

Kumpulan berita Probolinggo terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved