Berita Jatim
Prihatin dengan Anak Yatim Korban Covid-19, Golkar Jatim Minta Pemerintah Jamin Beasiswa Pendidikan
Prihatin dengan anak yatim korban pandemi Covid-19, Partai Golkar Jawa Timur meminta pemerintah menjamin beasiswa pendidikan.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, M Sarmuji, prihatin atas banyaknya anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19 (virus Corona).
Politisi yang juga anggota DPR RI Dapil Jawa Timur ini pun mendorong agar pemerintah benar-benar memperhatikan nasib anak yatim piatu.
Perhatian itu di antaranya dengan menjamin beasiswa bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.
"Sebab, pendidikan penting untuk masa depan anak. Jangan sampai generasi penerus bangsa kehilangan kesempatan belajar," kata Sarmuji, dalam keterangannya, Selasa (10/8/2021).
"Jika pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, maka mereka masih bisa mengakses pendidikan walaupun kondisi ekonomi masih belum stabil sepenuhnya," lanjutnya.
Sarmuji mewanti-wanti pentingnya memperhatikan pendidikan, terlebih anak-anak yang telah kehilangan orang tua lantaran Covid-19.
Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, ditambah dengan kehilangan orang tua, harus menjadi perhatian serius.
Dia mengatakan, anak-anak tetap harus bisa melanjutkan sekolah.
Baca juga: Puluhan Anak Yatim dan Piatu Akibat Covid-19 di Kabupaten Kediri Dapat Pendampingan Psikososial
Ketua Golkar Jawa Timur itu menyebut, bulan kemerdekaan ini bisa menjadi momentum untuk terus memberikan perhatian kepada anak-anak. Pemerintah wajib memastikan pendidikan anak yatim yang menjadi korban ganasnya virus Corona.
Selain berfokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengajaran di masa pandemi Covid-19, pemerintah juga diingatkan untuk terus memikirkan bagaimana nasib anak yang ditinggal orang tuanya lantaran Covid-19.
Bagaimanapun pendidikan penting, sebab ketiadaan akses pendidikan bagi anak usia sekolah akan memicu persoalan lain di kemudian hari, seperti pernikahan dini.
"Untuk itu, pemberian beasiswa ini bukan saja untuk menjaga akses pendidikan bagi anak, tetapi menyelamatkan satu generasi di masa mendatang," tuntas Sarmuji yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Jember (KAUJE).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ketua-dpd-partai-golkar-jawa-timur-m-sarmuji-saat-ditemui-disela-kegiatan-di-surabaya.jpg)