Breaking News:

Berita Trenggalek

Nganggur Selama PPKM, Pekerja Seni di Trenggalek Jual Barang Kesenian, 'Dari pada Dianggurin'

Para pekerja seni hiburan di Kabupaten Trenggalek memprotes kebijakan pemerintah yang terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Para pekerja seni di Kabupaten Trenggalek membawa membeberkan alat kesenian mereka di lapak sebagai protes perpanjangan PPKM, Sabtu (21/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Para pekerja seni hiburan di Kabupaten Trenggalek memprotes kebijakan pemerintah yang terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Terakhir, PPKM level 4 diperpanjang kesekian kalinya hingga 23 Agustus 2021.

Beberapa orang pekerja seni menggelar lapak dagangan barang-barang keseniannya di trotoar dekat Alun-Alun Kabupaten Trenggalek, Sabtu (21/8/2021).

Mereka yang biasa bekerja sebagai penabuh gendang di acara kesenian seperti hajatan membawa alat-alat dan pakaiannya ke lapak tersebut.

Sementara para artis perempuan yang biasanya bekerja sebagai pemandu acara atau penyanyi dalam hajatan juga membawa pakaian serta sepatunya ke sana.

Ada juga tukang shooting yang melapakkan beberapa unit kamera yang sudah lama dianggurkan sejak pandemi Covid-19.

Soegeng Koencahyo, salah seorang seniman, mengatakan, menggelar lapak untuk menjual barang-barang dagangan tersebut merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang terus memperpanjang PPKM.

Bagi mereka, kebijakan itu berdampak panjang. Dengan adanya pembatasan-pembatasan kegiatan selama PPKM, mereka praktis menganggur dan tak mendapat penghasilan.

“Saya sudah sekitar 2 tahun ini tidak ada tanggapan,” kata Koencahyo.

Dengan tak adanya kerjaan, kata Koencahyo, para pekerja seni selama ini harus memutar otak untuk mendapat uang.

Nah, membawa alat-alat yang biasa mereka pakai untuk berkesenian ke lapak dagangan merupakan puncak protes mereka.

“Jadi ini yang dijual sesuai dengan profesi masing-masing. Lah bagaimana, sudah lama tidak menerima job. Alat-alat masih bagus, daripada dianggurin, kami jual saja,” protesnya.

Aksi protes dengan menggelar lapak itu berlangsung sejak siang hingga sore hari. Selain membawa spanduk-spanduk pendukung aksi mereka.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved