Breaking News:

Berita Magetan

Proyek Pabrik Rokok di Magetan Berimbas Kerusakan Lingkungan dan Picu Penyebaran virus

Pembangunan pabrik rokok di Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tidak hanya menimbulkan gangguan ketentraman dan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Pembangunan pabrik rokok di Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berimbas kerusakan lingkungan, memicu penyebaran virus akibat hamburan debu. Tidak hanya itu, jalan aspal kabupaten benilai puluhan miliar rusak akibat dilewati ratusan unit dump truk ODOL setiap hari. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pembangunan pabrik rokok di Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tidak hanya menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban (Trantib) warga, tapi juga merusak jalan aspal kabupaten yang nilainya puluhan miliaran.

Tidak hanya itu, akibat hamburan debu oleh ratusan unit dump truk umumnya ODOL (Over Dimension and Over Load/ lebih dari dimensi dan lebih dari beban) itu memicu penyebaran virus dan bisa mwnyebabkan penyakit gangguan saluran pernafasan atas.

"Akibat lalu lalang ratusan unit dump truk ODOL itu, miliran fasilitas jalan aspal kabupaten dibeberapa desa rusak dan warga dipaksa mengisap debu yang ditimbulkan ratusan unit dump truk ODOL itu setiap hari,"kata Muhammad Senja Galindra pemuda desa setempat kepada Surya, Minggu (22/8).

Menurutnya, jalan klas III yang didanai APBD Kabupaten Magetan itu maksimal punya beban jalan 8 ton, tapi sejak dua bulan ini harus menerima beban jalan melebihi tonase klasnya. Unit dump truk ODOL umumnya punya beban antara 10 ton - 12 ton, bahkan lebih.

Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Resor Magetan seakan tidak tahu kejadian di wilayahnya ini dan warga setempat dipaksa harus menerima nasib naas ini tanpa bisa mengadu kepada siapa.

"Harusnya aparat Dishub dan
Polantas Resor Magetan secara berkala melakukan inspeksi di wilayahnya. Aneh ini, keduanya seperti tidak tahu, sehingga kalau ada pelanggaran sulit di antisipasi kerugian masyarakat dan negara yang sangat besar,"kata Muhammad Senja seraya menambahkan, dump truk modifikasi untuk bisa ODOL itu agar bisa memuat dua hingga tiga kali lipat tonase standarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten Magetan Welly Kristanto yang dikonfirmasi sepertinya belum tahu pelanggaran yang dilakukan ratusan unit dump truk, rata rata ODOL itu.

"Dimana ?,"kata Kadishub Welly Kristanto singkat ganti bertanya kepada Surya, Minggu (22/8).

Dikatakan Welly Kristanto, Dishub tidak dapat melakukan kegiatan operasi dump truk truk ODOL itu karena tidak ada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Dishub Pemkab Magetan. Meski begitu Dishub akan gelar operasi dump truk ODOL itu.

"Dishub akan melakukan Operasi penindakan, menyasar dump truk yang masuk kategori ODOL (Over Dimension Over Loading) seperti kendaraan non golongan I atau angkutan barang yang melebihi ketentuan daya angkut dan dimensi. Operasi ODOL ini digelar secara nasional,"kata Welly Kritanto.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved