Breaking News:

PTPN X Gelar Monitoring, Evaluasi dan Perbaikan untuk Progres Musim Giling yang Baik

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggelar monitoring, evaluasi dan perbaikan untuk progres musim giling yang baik.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/PTPN X
Kegiatan giling tebu di salah satu PG di bawah PTPN X, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengawali musim giling tahun 2021 pada tanggal 20 Mei, yang dimulai oleh dua Pabrik Gula (PG) miliknya, yaitu PG Gempolkrep Mojokerto dan PG Ngadiredjo Kediri.

Hingga 18 Agustus 2021, PTPN X telah memproduksi gula sebesar 146.823 ton dengan tebu digiling 2,07 juta ton, dan rendemen 7,41 persen.

“Angka produksi yang telah dicapai per 15 Agustus 2021 cukup baik. Sebagai upaya agar target tercapai, kami tetap melakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan setiap harinya," kata Direktur PTPN X, Tuhu Bangun, Minggu (22/8/2021).

Baik di sisi on farm maupun off farm. Pada sisi on farm, tebu yang masuk pabrik wajib memenuhi standar manis, bersih, segar (MBS), sehingga nantinya rendemen yang dihasilkan juga tinggi. Pada sisi off farm, jam berhenti dan losses terus ditekan dengan maksimal.

Beberapa tantangan dihadapi oleh PTPN X pada musim giling tahun ini, di antaranya adalah kompetisi yang ketat dalam memperoleh bahan baku.

Namun, PTPN X sudah mempersiapkan berbagai strategi untuk pengamanan tebu. Dan setelah melewati satu bulan giling terlihat kinerja produksi tebu yang moncer dibanding tahun lalu, baik dari jumlah gula yang dihasilkan, jumlah gula milik PTPN X dan rendemen yang naik dari tahun lalu.

Baca juga: Kinerja Terus Tumbuh Positif, Bank Jatim Siap Melaju Tanpa Batas

“Berdasarkan parameter tersebut, PTPN X optimistis akan ada perbaikan dari komoditas tebu jika dibandingkan tahun lalu,” jelas Tuhu.

Selain itu, PTPN X juga kian gencar melakukan optimalisasi aset dengan memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada. Di antaranya yaitu kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membangun tempat penampungan pasir di Sukowono, pemanfaatan tanah di Ngunut dengan luas 50 hektare yang kemungkinan akan dipakai oleh IAIN Tulungagung, pemanfaatan lahan di wilayah Kediri untuk akses pengembangan Bandara Kediri, dan optimalisasi Kebun Klaten seluas 10 hektare yang dimanfaatkan untuk budi daya berbagai komoditi dan akan ditanami tembakau FIK. Revenue dari optimalisasi asset ditargetkan Rp 15 miliar.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved