Breaking News:

Berita Kabupaten Pasuruan

Curhatan Perajin Alat Drumband Pasuruan Saat Pandemi Covid-19, Omzet Terjun Bebas Sampai 95 Persen

Curhatan perajin alat drumband di Pasuruan saat pandemi Covid-19, omzet terjun bebas hingga 95 persen. Berharap PTM jadi titik balik usaha.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Produksi alat drumband buatan Asmudi dan karyawannya di Purwodadi Pasuruan, Selasa (24/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Asmudi akhirnya bernapas lega setelah pemerintah mulai melonggarkan aktivitas di sekolah, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas (PTM).

"Ya mudah-mudahan, PTM ini menjadi titik balik usaha yang saya geluti selama puluhan tahun ini. Semoga PTM menjadi penanda kebangkitan usaha yang sudah mati suri ini," kata Asmudi, Selasa (24/8/2021).

Asmudi adalah salah satu perajin alat drumband atau marching band asal Purwodadi, Pasuruan.

Sejak pandemi Covid-19 (virus Corona), usahanya bak diterjang badai besar. Ia nyaris saja gulung tikar.

"Sejak pandemi, saya sudah tidak lagi produksi. Tidak ada pesanan karena tidak ada aktivitas di sekolah. Pasar alat drumband ini kan sekolah-sekolah, jadi sekolah libur otomatis berdampak pada usaha saya," lanjut dia.

Dia mengatakan, 30 karyawannya terpaksa dirumahkan untuk sementara.

Sebenarnya, ia mengaku tidak tega tidak mempekerjakan karyawannya. Namun, itu terpaksa dilakukan karena ia tidak memiliki cadangan dana untuk membayar gaji karyawan.

"Tidak ada orderan. Benar-benar sepi. Jadi, sejak pandemi satu tahun kemarin omzet penjualan menurun sampai 95 persen lebih. Tidak ada pemasukan sama sekali," keluh Asmudi.

Baca juga: Sisihkan Penghasilan, ASN Pemkot Pasuruan Urunan Beri Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi

Dia menyampaikan, saat kondisi normal, per bulan perkiraan ada orderan tiga sampai empat set atau sekitar Rp 30 juta-Rp 40 juta. Namun, karena kondisi pandemi, omzet penjualan menurun drastis.

Ia menceritakan, banyak peralatan drumband yang sudah terlanjur diproduksi tidak bisa dijual dan sekarang ada di gudang. Ia hanya berharap kondisi bisa normal seperti dulu lagi, sehingga penjualan alat drumband terangkat kembali.

Sekadar informasi, selain di jual di dalam negeri, Asmudi juga menjual hasil kerajinannya ke luar negeri. Seperti, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Asia lain. Biasanya, pasar luar negeri didominasi oleh suporter sepak bola.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto meminta dinas terkait agar menginventaris para pelaku UMKM yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Ia meminta ada penanganan dari dinas.

"Setelah didata, saya minta dinas membuat program-program efektif dalam rangka pemulihan ekonomi, sehingga dalam perencanaannya dapat tercover di tahun anggaran tahun berikutnya," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved