Breaking News:

Berita Malang

Rela Pangkas Anggaran Mamin dan Perjalanan Dinas, Pemkab Malang Alihkan untuk Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 memaksa Pemerintah Kabupaten Malang memutar otak agar efisien dalam mengalokasikan anggaran.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network
Bupati Malang, Muhammad Sanusi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pandemi Covid-19 memaksa Pemerintah Kabupaten Malang memutar otak agar efisien dalam mengalokasikan anggaran.

Rencananya, anggaran perjalanan dinas dan makan minum (mamin) Pemkab Malang akan dialihkan untuk pemulihan ekonomi.

Janji tersebut dilontarkan oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

"Secara umum nanti dievaluasi. Anggaran selama Covid-19 seperti perdin (perjalanan dinas) mamin (makan dan minum) untuk kegiatan pertemuan-pertemuan itu, pembinaan yang menghadirkan orang banyak yang tidak dilakukan. Sehingga akan dialihkan fokus untuk pemulihan ekonomi (daerah). Sesuai arahan Pak (Presiden) Jokowi," kata Sanusi usai hadiri Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Malang pada Kamis (9/9/2021).

Sejauh ini, Pemkab Malang mengeluarkan kebijakan APBD dengan melakukan refocusing dan realokasi anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 124 miliar.

Untuk presentaee 25 persen dari Dana Transfer Umum, yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil mencapai Rp 362 miliar.

Kendati akan mengupas anggaran perdin dan mamin, Sanusi tak menerangkan secara gamblang jumlah anggaran yang akan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah.

Nantinya, dana pemulihan ekonomi akan digunakan untuk perbaikan jalan, jembatan dan irigasi pertanian. Aktifitas ekonomi melalui usaha mikro, kecil dan memengah juga tak luput dari perhatian Sanusi.

"Maka, anggaran yang tidak dapat digunakan itu, dialihkan untuk peningkatan ekonomi. Utamanya untuk perbaikan jalan, jembatan, irigasi pertanian dan UMKM," terang Sanusi.

Sanusi berdalih jika dirinya saat ini berfokus pada menurunkan ritme penularan Covid-19 di Kabupaten Malang.

Katanya, kasus Covid-19 di Kabupaten Malang cenderung melandai dan mulai dapat ditekan.

Menurut Sanusi, hal tersebut merupakan andil dari capaian vaksinasi yang terus diberikan secara masif.

Bahkan, sebelumnya Sanusi menyebut Pemkab Malang sanggup menyuntikkan 25 ribu vaksinasi dalam setiap harinya.

"Sekarang masih terus kita genjot sampai 25 ribu vaksin per hari. Saat ini kan masih 20 ribu," tutup pemenang Pilkada Malang 2020 itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved