Breaking News:

Berita Gresik

Delapan Tahun Warga Duduksampean Gresik Tuntut Palang Pintu Perlintasan KA, Dishub Baru ke Lokasi

Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik meninjau perlintasan  kereta reta api tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampean, Kamis (9/9/2021).

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
KERETA API - Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik meninjau lokasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampean, Rabu (8/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik meninjau perlintasan kereta reta api tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampean, Kamis (9/9/2021). 

Harapannya, bisa mencegah terjadinya kecelakaan terhadap masyarakat. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Tursilowanto Hariogi mengatakan, kemarin dilakukan peninjauan lokasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampean

Dari peninjuan tersebut untuk memastikan letak pondasi palang. Sehingga, letaknya tidak mengganggu pengguna jalan. 

Peninjauan lokasi perlintasan sebidang kereta api dihadiri langsung dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Daerah Operasi (Daop) Wilayah VIII Surabaya dan Kepala Desa di Kecamatan Duduksampean

Lokasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang ditinjau yaitu di Desa Sumari , Setrohadi, Tumapel dan Desa Tambakrejo. 

"Peninjauan lokasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu ini untuk melihat lokasi pembangunan palang pintu, sehingga bisa untuk menentukan panjangnya palang pintu," kata Tursilowanto. 

Baca juga: Seleksi Sekda Gresik Ditutup, Tujuh Pejabat Eselon II  Ikut Mendaftar

Lebih lanjut Tursilowanto mengatakan,  pemasangan palang pintu ini diharapkan bisa mencegah terjadinya kecelakaan terhadap masyarakat. "Karena ini untuk keselamatan warga, kita akan segera memasang palang pintunya," katanya. 

Dari peninjauan lokasi tersebut, akan dilaksanakan pembangunan palang pintu pada tahun 2022. "Karena lokasinya di Kabupaten Gresik, maka pembangunannya juga dari anggaran Kabupaten Gresik," imbuhnya. 

Sementara Kepala Desa Gredek, Kecamatan Duduksampean Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, permintaan warga untuk pemasangan palang pintu di perlintasan kereta api sudah sejak 2013. Sekarang ini baru ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan. 

Menurut Ghofar, permintaan pemasangan palang pintu tersebut atas dasar banyaknya warga yang menjadi korban tertabrak kereta api. 

"Mudah-mudahan segera dibangun palang pintunya, sebab sejak 2013 sampai sekarang sudah hampir delapan tahun belum juga dibangun," kata Ghofar. 

Lebih lanjut Ghofar mengatakan, saat ini di perlintasan kereta api sudah dijaga petugas dari Dishub Kabupaten Gresik dengan melibatkan masyarakat sekitar. Namun, belum ada palang pintunya.  "Terkadang masih banyak yang menerobos. Sehingga, perlu adanya palang pintu," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved