Berita Viral
Jasad Selebgram Ditemukan di Hutan, sempat Ngilang Pasca Liburan Bareng Pacar, Pesan Terakhir Aneh
Keanehan pesan terakhir selebgram yang jasadnya ditemukan di hutan, sempat menghilang secara misterius.
Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Baru-baru ini, kasus hilangnya selebgram Gabby Petito menjadi perbincangan di jagat maya.
Pasalnya, jasad Gabby Petito ditemukan di hutan setelah dilaporkan menghilang.
Baca juga: Yosef Dituduh Akting di Hari Penemuan Jasad Ibu-Anak Subang, Kakak Tuti Langsung Ingat Mimin: Berani
Selebgram Gabby Petito tersebut mendadak menghilang setelah pergi dengan pacarnya, Brian Laundrie (23), untuk liburan.
Gabby Petito dan Brian Laundrie liburan menggunakan mobil van.
Namun tiba-tiba, Gabby Petito tidak dapat dihubungi keluarganya.
Ia pun tidak mem-posting apapun di media sosialnya mulai akhir Agustus 2021 lalu.
Brian Laundrie sendiri kembali ke rumahnya sendiri pada 1 September 2021.
Keluarga Gabby Petito akhirnya mengajukan laporan orang hilang.
Pada 19 September 2021, ada laporan bahwa ditemukan jasad seorang perempuan muda di hutan nasional Wyoming, Amerika Serikat.
Deskripsinya pun sama dengan selebgram Gabby Petito yang sempat dilaporkan menghilang.
FBI kemudian memastikan jika jenazah yang ditemukan memang sangat cocok dengan deskripsi Gabby Petito.
Terduga pelaku bernama Brian Laudrie juga dikabarkan sudah ditangkap meski sempat menghilang beberapa minggu lalu.
Baca juga: Terjawab Siapa Wanita Misterius dari Avanza? Psikolog Kuak Fakta Jasad Kasus Subang: Tidak Membantu
Dikutip dari E! Online pada 21 September 2021, keluarga Gabby Petito mengingat pesan terakhir dari sang anak.
Ibu Gabby Petito, Nichole Schmidt, merasa bahwa pesan terakhir dari Gabby cukup aneh.
Pada 27 Agustus 2021, ibunya mendapat pesan dari Gabby Petito yang membicarakan kakeknya.
Di pesan tersebut, Gabby minta Ibunya menolong sang kakek.
Gabby Petito menyebut kakeknya dengan namanya, yaitu 'Stan', bukan menyebut 'kakek'.
"Bisakan kau menolong Stan? Aku terus mendapat voicemail dan juga misscall," tulis Gabby Petito kala itu.
Ibunya merasa aneh karena Gabby Petito tak pernah menyebut kakeknya dengan nama aslinya.
Baca juga: Sosok Pengancam Tuti Lancang ke Keluarga, Diungkap Identitasnya: Jorok, Ucapan Yosef Perkuat Bukti
Setelah itu, komunikasi terakhir Gabby dengan sang ibu adalah mengenai sinyal.
Gabby Petito mengatakan, tidak ada sinyal sehingga sulit untuk berkomunikasi.
"Tidak ada sinyal di Yosemite," tulis pesan yang dikirim dari Gabby Petito ke Ibunya.
Sang ibu merasa jika gaya bahasa yang dipakai di pesan tersebut bukanlah Gabby Petito.
Apalagi setelah sekarang mengumpulkan fakta-fakta, ibunya semakin percaya jika pesan tersebut bukan dari putrinya.

Sebelumnya diberitakan, seorang selebgram tewas dibunuh mahasiswi yang jadi teman kencannya sendiri pakai pisau.
Sebelum tewas, sang selebgram tanpa busana berlari-lari keluar kamar memegangi bagian vitalnya.
Adapun nama selebgram Makassar tersebut adalah Ari Pratama/AP berusia 24 tahun.
Ia tewas bersimbah darah ditikam teman kencannya, seorang mahasiswi bernama Aisyah Alfika/AS (19).
Sang selebgram dan pelaku menginap di Wisma Topaz Panakukang Makassar, Jumat (5/3/2021) dini hari.
Dalam rekaman CCTV yang beredar di grup-grup WhatsApp (WA), memperlihatkan Ari Pratama lari keluar dari kamar wisma dengan tanpa busana.
Terlihat Ari Pratama memegang bagian perutnya yang bersimbah darah.
Tak lama, pelaku Aisyah Alfika keluar.
Aisyah Alfika tampak sempat masuk ke kamar tamu lainnya.
CCTV juga merekam sebuah pisau yang diselip di bagian stokingnya.
TribunJatim.com melansir Tribun Timur, Ari Pratama check in pada pukul 03.41 WITA, atau dua jam sebelum penikaman terjadi.
Ari Pratama disebut check in bersama teman kencannya, Aisyah Alfika.
Sekitar pukul 05.00 WITA, Ari Pratama keluar dari kamar 214 di lantai 2 wisma.
Ia keluar kamar dalam keadaan bugil atau tanpa busana.
Dari rekaman CCTV wisma, Ari Pratama terlihat menutupi alat vitalnya menggunakan tangan.
Ari Pratama juga menutupi dadanya yang mengalami luka tusukan dengan tangan.
Ia lalu berlari ke lobi wisma untuk meminta pertolongan.
"Dia bilang ke saya, 'Kak, saya ditikam sama cewek di atas'," kata petugas wisma, Roni (28).
Kedatangan korban yang menderita luka tusuk dan bersimbah darah tersebut sontak membuat Roni panik.
Roni lantas keluar dari Wisma meminta tolong. Tapi kondisi korban semakin memburuk.
"Cowok (korban) bangun lagi setelah jatuh di lobi, dia coba jalan tapi jatuh lagi."
"Karena dia mungkin takut juga, dia bangun lagi, terus dia jatuh terakhirnya," kata Roni.
Ari Pratama, kata Roni, dalam kondisi bersimbah darah, coba berdiri lalu berjalan, namun, tumbang lagi.
Roni pun mengaku panik.
Ia (Ari Pratama) pun, terkapar di depan wisma dan dinyatakan meninggal dunia.
Kondisi itu, lanjut Roni, membuat dirinya mulai panik.
"Cowoknya (Ari) sempat bangun lagi setelah jatuh di lobi, dia coba jalan tapi jatuh lagi."
"Mungkin takut juga, dia bangun lagi, terus dia jatuh lagi terakhirnya," ujarnya.
Ternyata motif penikaman yang dilakukan Aisyah Alfika adalah sakit hati lantaran hamil dan hendak ditinggal Ari Pratama.
Pengakuan tersebut diungkapkan Aisyah Alfika saat diinterogasi polisi di Posko Resmob Polsek Panakukkang, Makassar.
Aisyah Alfika mengaku sengaja membawa pisau dari rumahnya di Komplek BTP Makassar.
Pisau dapur tersebut sengaja ia bawa untuk melampiaskan kekesalannya terhadap Ari Pratama.
"Sakit hatika karena mauka natinggalkan setelah tahu bilang hamilka," kata Aisyah Alfika.
Lebih jauh Aisyah Alfika mengaku bertemu dengan Ari Pratama di wisma memang hanya bertujuan untuk melakukan penikaman.
"Karena tidak adami perasaanku sama dia (Ari)," ujar Aisyah Alfika kepada polisi.
Hal senada diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman.
"Kronologis singkat kejadiannya berawal dari lantai dua di salah satu kamar wisma ini."
"Kemudian setelah korban (Ari Pratama) dianiaya, lari menyelamatkan diri di lantai satu (dasar)," ujarnya.
Saat tiba di lantai dasar, Ari Pratama yang mengalami pendarahan hebat akibat luka tikaman yang diderita pun tumbang.
SPKT Polsek Panakukkang yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi AP ke RS Bhayangkara.
Menurut polisi, antara Ari Pratama dan Aisyah Alfika memiliki hubungan dekat tapi bukan pacaran.
Aisyah Alfika dan Ari Pratama berkenalan dengan korban tahun 2020 lalu.
Tepatnya, 6 bulan yang lalu.
Perkenalan itupun berlanjut dengan hubungan badan beberapa kali.
Aisyah Alfika mengaku hamil, tapi Ari Pratama enggan bertanggung jawab.
Dia pun menyusun rencana untuk menghabisi sang selebgram ketika janjian lagi bertemu di Wisma Topaz Panakukkang.
Aisyah Alfika menikam Ari Pratama saat pemuda 21 tahun tersebut sedang tak memakai busana.
Ari Pratama sempat lari ke resepsionis untuk minta pertolongan.
Namun nyawanya tak tertolong karena kehabisan darah.
Diketahui, sosok Ari Pratama pertama kali populer ketika mukbang mie di TPA Antang.
Video tersebut dia unggah melalui channel YouTube Teras KostTV.
Penonton video itupun menembus hingga satu juta penayangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hutan-di-sydney_20171012_163236.jpg)